AYOJAKARTA.COM - Kementrian Luar Negeri Indonesia baru saja mengeluarkan informasi terbaru mengenai kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak oleh gempa bumi mematikan 7,8 magnitudo di Turki.
Jumlah WNI yang terluka saat ini sudah meningkat menjadi 10 orang, di mana 4 orang sudah diterima perawatan di rumah sakit setempat di Kahramanmaras (1 orang) dan Hatay (3 orang).
Adapun 6 orang pekerja spa therapist di Hatay mengalami patah tulang dan tidak dapat diterima di rumah sakit setempat, sehingga akan segera dievakuasi ke Ankara.
Baca Juga: Dapat Amicus Curiae, Akankah Richard Eliezer Divonis Bebas Nantinya? Simak Penjelasan Lengkap ICJR di Sini!
Lalu, satu ibu dengan 2 anak di Antakya saat ini masih belum dapat dihubungi.
KBRI Ankara sedang berusaha membantu WNI melalui otoritas setempat, simpul-simpul masyarakat Indonesia, dan Satgas Perlindungan WNI setempat.
Ditambah lagi Dua orang pekerja spa therapist di Dyarbakir saat ini juga masih belum dapat dihubungi, KBRI pun terus berusaha membuka jalur komunikasi masyarakat Indonesia dan Satgas Perlindungan WNI setempat.
Pada tanggal 7 Februari 2023, Dubes RI bersama Tim KBRI Ankara menuju Gaziantep (6 jam dari Ankara) untuk menyerahkan Bantuan Kemanusiaan Tahap I
Bentuan tersebut bersumber dari Pemerintah RI yang berupa 1 kontainer bahan makanan.
Bantuan ini akan diserahkan kepada Bulan Sabit Turki (Kizilay). Tim akan dibagi menjadi 4 kelompok untuk melakukan evakuasi WNI di Gaziantep, Kahramanmaras, Hatay, dan Dyarbakir.
Secara keseluruhan para WNI akan dievakuasi ke Ankara untuk ditempatkan sementara dan dirawat di rumah sakit di Ankara bagi yang membutuhkan perawatan.
Hingga saat ini KBRI sudah menerima permintaan evakuasi dari 104 WNI (40 orang di Gaziantep, 40 orang di Kahramanmaras, 14 orang di Dyarbakir, 9 orang di Hatay, dan 1 orang di Adana).
Pada umumnya, tempat tinggal/asrama mereka hancur, sementara penampungan yang disediakan otoritas setempat sudah penuh.
Dalam keterangan "Perkembangan Kondisi WNI" yang telah dikutip AyoJakarta.com dari halaman resmi situs Kementerian Luar Negeri Indonesia, cuaca di lokasi gempa sangat buruk.
Cuaca di lokasi gempa bersuhu berkisar antara 4 derajat hingga -7 derajat Celsius dan disertai badai salju.
Kabar ini dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia pada 7 Februari 2023 jam 10:14 AM waktu setempat di Turki.

Share this article
KBRI Ankara sedang berusaha membantu WNI melalui otoritas setempat, simpul-simpul masyarakat Indonesia, dan Satgas Perlindungan WNI setempat