AYOJAKARTA.COM -- Kasus meninggalnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat mulai menimbulkan spekulasi baru.
Dilansir AyoJakarta.com dari tayangan YouTube tvOneNews Selasa, 15 November 2022, kasus kematian satu keluarga tersebut mengarah pada pembunuhan berencana.
Trubus Rahardiansyah, seorang Sosiolog memaparkan alasan terkait kemungkinan kasus ini masuk dalam kategori pembunuhan berencana.
- Baca Juga: Misteri Kematian Satu Keluarga Kalideres, Pernah Jual Mobil Seharga Rp160 Juta
- Baca Juga: Diduga Ritual Sekte hingga Pesugihan, Misteri Kematian Sekeluarga di Kalideres Makin Liar, Ini Penjelasannya!
- Baca Juga: Terkuak! Inilah 7 Fakta Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Tidak Ada Tanda Kekerasan
Trubus menjelaskan bahwa pelaku pembunuhan mungkin dari orang yang ada di dalam rumah tersebut.
Pasalnya pada lokasi kejadian terlihat beberapa barang bukti berupa lilin dan juga bedak tabur yang berada di sekitar jenazah para korban.
Kemudian Trubus menjelaskan mengenai spekulasi awal yang beredar terkait para korban yang terkena paham sesat.
"Kalau itu dianggap sebagai ritual, saya rasa tidak sedahsyat itu, karena bagaimanapun juga sebuah ritual ada proses-prosesnya, misalnya ada orang yang meninggal ada yang menuntun lah membimbing," ujarnya, dikutip AyoJakarta.com pada Rabu, 16 November 2022.
- Baca Juga: Deretan Fakta Aneh Kematian Keluarga di Kalideres: Taburan Benda Ini Diduga untuk Menutupi Kecurigaan
- Baca Juga: Inilah 3 Paham yang Bisa Dikaitkan dengan Misteri Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres Menurut Pakar Kriminolog
"Saya nggak yakin itu ada yang membimbing, dalam tatarannya dia berasal dari masyarakat kota, yang dalam kondisi sudah dalam pemikiran modern," papar Trubus.
Dari perilaku sosial Trubus menambahkan kemungkinan ada pertengkaran dikarenakan perebutan harta yang dimiliki korban.
Hal ini terlihat dari jumlah kekayaan korban yang bernilai sampai Rp3.6 miliar.
Trubus kembali membantah mengenai paham sesat yang dianut oleh para korban, hal ini dikarenakan ditemukan struk makanan pada lokasi kejadian.
Terakhir Trubus menyimpulkan bahwa kemungkinan kematian satu keluarga ini disebabkan karena adanya pertengkaran untuk memperebutkan atau menguasai harta korban, selain itu adanya kemungkinan mengarah pada pembunuhan berencana karena terlihat sangat rapi dan sudah dipersiapkan.
Hingga saat ini jenazah para korban masih belum diambil oleh keluarga.
Saat dikonfirmasi, Dokter Forensik Kabid Yandokpol Rumah Sakit Polri, AKBP Agung menjelaskan bahwa pemeriksaan histopatologi yang kedua memang belum keluar, namun semua surat-surat untuk pengambilan jenazah sudah selesai pekan lalu.***

Share this article
Sosiolog Trubus Rahardiansyah memaparkan alasan terkait kemungkinan keluarga di Kalideres masuk dalam kategori pembunuhan berencana.