SENEN, AYOJAKARTA.COM – Salah satu proyek yang masih dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta adalah pembangunan Underpass Senen Extension yang berada di ruas jalan dari arah Jalan Letjen Suprapto menuju Simpang Senen dan Tugu Tani, Jakarta Pusat. Proyek tersebut sudah dibangun sejak Juni 2019.
Hingga September 2020, bagaimana progres pembangunan Underpass Senen Extension? Kepala Dinas Marga Provinsi DKI Jakarta, Hari Nugroho, mengatakan bahwa progres pembangunan proyek tersebut sudah mencapai 74%.
Dia menjelaskan, terowongan yang menghubungkan Jalan Letjen Suprapto menuju Jalan Senen Raya sudah terbangun. Hari mengungkap, pihaknya saat ini memang berfokus pada pengerjaan penyelesaian konstruksi bagian bawah underpass.
"Sudah tembus dan sekarang progresnya hampir 74% dari rencana 71%, jadi ada deviasi positif tiga persen. Untuk pengerjaannya masih menyelesaikan konstruksi bawah tadi belum dipadatkan, nanti di-leveling baru finishing," ujar Hari, dilansir dari beritajakarta.id, Selasa (01/9/2020).
AYO BACA : Sebagian Warga Belum Disosialisasi Pengecatan Genteng Wilayah Jambatan Tapal Kuda Jaksel
Hari menjelaskan, dinding samping underpass akan dipasang Aluminium Composite Panel (ACP) supaya terlihat rapi. Setelah selesai, berikutnya dilakukan pembenahan fasilitas lainnya seperti (Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), halte, dan trotoar.
"Trotoar masih banyak pembenahan nanti akan dileveling dengan jalan eksisting yang ada. Kami rapikan lagi untuk mengakomodir pejalan kaki dan difabel," ucapnya.
Hari meyakini dengan pembangunan Underpass Senen Extension ini dapat mengurai kemacetan di kawasan tersebut. Bahkan, dia menyebut dapat mengurangi kemacetan hingga 30 sampai 40%.
"Bisa mengurangi kemacetan sampai 30-40%. Memang ini jalur padat, dengan adanya underpass ini pengendara dari Jalan Letjen Suprapto bisa tembus langsung ke Jalan Senen Raya, tanpa harus melalui lampu merah di persimpangan Senen, membantu sekali ini," ungkap dia.
Underpass Senen Extension mempunyai panjang 518 meter, dengan tinggi terowongan 5,2 meter dengan panjang 180 meter dan lebar terowongan sembilan meter. Hari berharap proyek ini dapat selesai pada Desember 2020.
AYO BACA : Jalan Layang Tapal Kuda Pertama di Jakarta Selesai Desember
Share this article
Kepala Dinas Marga Provinsi DKI Jakarta, Hari Nugroho, mengatakan bahwa progres pembangunan proyek tersebut sudah mencapai 74%.