JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Budayawan Betawi, Ridwan Saidi menilai, rencana pembangunan wisma di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ-TIM) di kawasan Cikini, Jakarta Pusat sebagai sarana akomodasi para seniman yang datang dari luar kota.
"Ini kan untuk perpondokan seniman dari luar kota. Jadi bukan hotel bintang 5, tidak benar itu. Pondokan kan lebih tepat. Memang itu keperluan kegiatan seni," ujarnya kepada Ayojakarta saat dihubungi, Rabu (27/11/2019).
Ridwan menyebut, Taman Ismail Marzuki kala pertama didirikan seniman memiliki perumahan. Jadi, rencana pembangunan wisma dalam revitalisasi TIM, menurutnya untuk kepentingan seniman.
"Kalau orang datang dari luar kota masak ditaruh di hotel. Itu hal yang wajar pondokkan untuk seniman," kata ucap pria berusia 77 tahun itu.
Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta menugaskan PT Jakarta Propertindo untuk menjalankan proyek Revitalisasi TIM, yang akan menghabiskan dana lewat Penyertaan Modal Daerah (PMD) sebesar Rp1,8 triliun.
Pembiayaan lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini disetorkan secara bertahap, yakni Rp 200 miliar pada 2019, Rp 1,15 triliun pada 2020, dan Rp 450 miliar pada 2021.
.jpg)
Share this article
Budayawan Betawi, Ridwan Saidi menilai, rencana pembangunan wisma di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ-TIM) di kawasan Cikini, Jakarta Pusat sebagai sarana akomodasi para seniman yang datang dari luar kota. "Ini kan untuk perpondokan seniman dari luar kota. Jadi bukan hotel bintang 5, tidak benar itu. Pondokan kan lebih tepat. Memang itu keperluan kegiatan seni," ujarnya kepada <b>Ayojakarta</b> saat dihubungi, Rabu (27/11/2019).