AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Kota atau Pemkot Jakarta Selatan terus mengintensifkan berbagai langkah strategis untuk mengatasi genangan air yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi.
Melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), Pemkot Jaksel, melakukan pengerukan Kali Pesanggrahan guna meningkatkan kapasitas aliran air dan mengurangi risiko banjir di wilayah sekitarnya.
Kali Pesanggrahan ini ditargetkan mampu mengangkat hingga 36.174 meter kubik sedimen lumpur dan sampah pemicu pendangkalan.
Pengerukan dilakukan karena kondisi bantaran kali yang sudah meninggi hingga berubah jadi daratan.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama meluapnya air ketika hujan deras mengguyur dalam durasi yang cukup lama.
Dengan normalisasi ini, diharapkan aliran air menjadi lebih lancar dan mampu menampung debit air dalam jumlah besar.
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengatakan bahwa kondisi ini juga membuat aliran air bergeser dan menggerus sisi kanan kali yang berpotensi merusak tanggul.
"Ini bagian dari upaya mengatasi genangan di wilayah bantaran Kali Pesanggrahan. Selama ini sering terjadi genangan akibat limpasan air saat debit meningkat karena curah hujan tinggi," ujar Anwar.

Jika pengerukan dan normalisasi aliran ini berjalan optimal, dampak positif akan langsung dirasakan masyarakat.
Terutama di kawasan Jalan IKPN Bintaro yang kerap terdampak genangan.
Di sisi lain, Anwar menyampaikan bahwa normalisasi dan pembebasan lahan memang penting, namun bukan satu-satunya solusi.
Proses ini dinilai memakan waktu lama, sehingga Pemkot Jakarta Selatan memilih langkah cepat yang hasilnya bisa segera dirasakan warga.
Ia lantas mengatakan, pihaknya akan melanjutkan pengerukan di titik lain.

"Kami berupaya maksimal menekan genangan, khususnya di Jakarta Selatan sesuai arahan Gubernur DKI," katanya.
Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo menambahkan, bahwa pengerukan Kali Pesanggrahan ini dilakukan sepanjang 1.444 meter.
Pengerukan dilakukan dengan dukungan lima unit ekskavator untuk mempercepat pengerjaan yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
"Lumpur hasil pengerukan nantinya akan ditampung sementara di beberapa lokasi seperti Gudang SDA Deplu dan Rawaminyak, sebelum akhirnya dibuang ke kawasan Ancol," ungkapnya.***

Share this article
Melalui SDA, Pemkot Jaksel, melakukan pengerukan Kali Pesanggrahan guna meningkatkan kapasitas aliran air dan mengurangi risiko banjir.