MATRAMAN, AYOJAKARTA.COM -- Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Kementerian Kesehatan, Akhmad Saikhu mengungkapkan sampai saat ini tidak ada obat herbal atau jamu yang dapat mengobati Covid-19. Jadi jika ada klaim yang menyatakan adanya obat herbal untuk Covid-19 adalah tidak benar.
AYO BACA : KLASTER PERKANTORAN: Selama Seminggu, 29 Kantor di DKI Ditutup Sementara Karena Covid-19
"Terkait dengan penggunaan herbal atau jamu tidak bisa menyembuhkan Covid-19. Satu-satunya obat adalah antivirus," kata Saikhu dalam diskusi di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (5/8/2020).
AYO BACA : Warga Jabar Diprediksi Terima Vaksin Covid-19 Tahun Depan
Menurut Saikhu, antivirus atau vaksin merupakan satu-satunya obat yang dapat menghentikan pandemi Covid-19. Di Indonesia sendiri, ujarnya, pengembangan vaksin sudah memasuki uji klinis tahap 3.
"Sampai saat ini kita ketahui Covid-19 disebabkan oleh virus jadi obat satu-satunya adalah antivirus. Vaksin tersebut masih dalam proses penelitian dan seperti yang kita ikuti informasinya belakangan ini vaksin sudah masuk tahap uji klinis tahap 3 di Indonesia," jelasnya.
Sementara itu, jamu atau obat herbal hanya bisa membantu untuk mengurangi gejala Covid-19 jika seseorang mempunyai penyakit bawaan. Obat herbal bisa meredakan berbagai penyakit bawaan mulai dari hipertensi, diabetes, jantung, paru obstruktif kronik, penyakit ginjal, hingga asma.
"Ini adalah penyakit penyerta yang bisa memperberat kondisi pasien yang menderita Covid-19. Nah jamu atau herbal bisa untuk meringankan gejala atau penyakit penyerta tersebut. Jadi jamu itu bukan menyembuhkan Covid-19 seperti misinformasi yang tersebar beberapa hari ini," imbuhnya.
AYO BACA : Anji (kedua dari kanan) dan Dr Tirta Hudhi (kedua kiri)/instagram duniamanji
Share this article
Jadi jika ada klaim yang menyatakan adanya obat herbal untuk Covid-19 adalah tidak benar.