AYOJAKARTA.COM - Meski sudah mendapatkan vonis dari Majelis Hakim, berita tentang kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat yang menyeret Ferdy Sambo masih menjadi perhatian public.
Kasus yang melibatkan eks Kadiv Propam Polri tersebut telah menjadi perhatian masyarakat Indonesia kurang lebih selama delapan bulan.
Terlebih pasca vonis hukuman mati yang diberikan majelis hakim kepada Ferdy Sambo, publik pun menantikan kapan waktu jelasnya eksekusi terhadap terpidana mati tersebut.
Beberapa hari lalu, muncul sebuah video di YouTube yang menyebutkan bahwa terdapat salah satu kepala suku yang menolak vonis mati terhadap Ferdy Sambo.
Bahkan kepala suku tersebut dikatakan nekat akan melakukan perang kepada Polri apabila vonis mati terhadap Ferdy Sambo tetap dilakukan.
Kabar mengenai aksi nekat dari salah satu kepala suku tersebut dibagikan oleh kanal YouTube Sosial Mic.
Dalam unggahan video berdurasi selama 2.19 menit yang dibagikan oleh kanal YouTube tersebut telah ditonton sebanyak 1,2 ribu kali.
Video yang menyebutkan aksi nekat kepala suku tersebut berjudul “TAK TERIMA VONIS MATI UNTUK FERDY SAMBO, KEPALA SUKU NEKAT AJAK POLRI PERANG” dikutip AyoJakarta.com pada Minggu (26/3/2023).
Dalam ilustrasi yang digunakan sebagai thumbnail dalam video tersebut menggambarkan terdapat seorang kepala suku yang mengenakan pakaian tahanan hendak menyerang Polisi.
Baca Juga: CEK FAKTA: Ketua LPSK Ditangkap Usai Ronny Talapessy Bongkar 'Transaksi Liar' Kubu Ferdy Sambo
Ilustrasi yang digunakan sebagai thumbnail tersebut mempunyai judul “KEPALA SUKU TANTANG POLRI UNTUK PERANG, KEPALA SUKU DARI KELUARGA SAMBO NGAMUK TAK TERIMA FERDY SAMBO DIVONIS MATI” merupakan hasil editan dan tidak sesuai dengan realita.
Bukan hanya itu saja, isi dari video yang dibagikan oleh kanal YouTube Sosial Mic pada 22 Maret 2023 tersebut merupakan hasil potongan dari video-video yang beredar dan tidak ada kaitannya.
Setelah melihat dan mendengar video tersebut ternyata Isi dari video tersebut tidak sesuai dengan kalimat yang dijadikan judul oleh kanal YouTube Sosial Mic.
Baca Juga: CEK FAKTA: Beginilah Kondisi Ferdy Sambo Usai Dieksekusi Regu Tembak? Darah Merah Membanjiri Bajunya
Dalam video tersebut tidak ada bentuk penyerangan yang dilakukan oleh salah satu kepala suku kepada Polisi.
Isi dari video tersebut hanya menyebutkan bahwa salah satu kepala suku yang ada di Indonesia menolak vonis dari Ferdy Sambo karena tidak sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa video yang dibagikan oleh kanal YouTube Sosial Mic yang menyebutkan bahwa terdapat seorang kepala suku yang nekat ajak perang Polri karena menolak vonis mati Ferdy Sambo merupakan hoaks.
Sampai saat ini, banyak pihak yang mendukung keputusan majelis hakim yang menjatuhkan Ferdy Sambo dengan hukuman mati.
Hukuman tersebut dianggap pantas karena Ferdy Sambo telah menghilangkan nyawa dari salah satu mantan ajudan pribadinya.
Bukan hanya itu, Ferdy Sambo juga terbukti menjadi pelaku intelektual dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat.***

Share this article
Beredar klaim bahwa ada seorang Kepala suku yang tantang Polri perang karena ta terima Ferdy Sambo dihukum mati, faktanya adalah tidak benar