Susahnya Menghapus Tradisi Neduh di Kolong Flyover..

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Musim hujan belum berakhir untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Bahkan, setelah Januari berakhir, hujan datang hampir tiap hari di kawasan Jabodetabek dengan curah cukup tinggi.

Di musim hujan, kebiasaan yang lazim tapi sangat mengganggu ketertiban lalu lintas adalah kebiasaan pengendara motor berteduh di kolong jalan layang (flyover), kolong jembatan penyeberangan orang (JPO), atau di jalur underpass (bawah tanah). Mungkin saja tradisi buruk itu tidak hanya berlangsung di Jakarta, tapi di kota-kota besar lainnya.

Mengenai pelanggaran itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan pihak kepolisian sudah berulang kali mengingatkan soal aturan hukum dan konsekuensi hukum dari pelanggarannya. Namun, persoalannya lagi-lagi adalah ketidakpedulian pengguna motor. Salah satu penyebabnya, sangat mungkin, penegakan hukum yang masih lemah. 

Para pengendara motor di Jakarta sebaiknya mengingat baik-baik aturan hukum yang tercantum dalam UU nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 

Pasal 106 ayat (4) UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur: Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan: a. rambu perintah atau rambu larangan; b. Marka Jalan; c. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas; d. gerakan Lalu Lintas; e. berhenti dan Parkir; f. peringatan dengan bunyi dan sinar; g. kecepatan maksimal atau minimal; dan/atau h. tata cara penggandengan dan penempelan dengan Kendaraan lain.

Sedangkan terkait sanksi dan denda diatur di pasal 287 ayat (3) yang mengatur: Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan gerakan lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf d atau tata cara berhenti dan Parkir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf e dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Jika warga pengguna motor menyadari betul aturan beserta dampak dan konsekuensi hukum dari peraturan itu, tentu tindakan antisipasi di musim hujan seperti halnya selalu membawa jas hujan jika berkendara, akan dilakukan penuh tanggung jawab. Dengan tersedianya jas hujan, para pengendara motor bisa memakainya di tempat yang tidak mengganggu kelancaran lalu lintas bila hujan tiba-tiba turun. Atau bahkan, bisa menggunakannya dari awal perjalanan.

Namun lagi-lagi, jangan cuma berharap pada kesadaran warga. Penegakan hukum yang tanpa pandang bulu pun bisa menjadi awal dari perubahan mental warga yang terbiasa meremehkan aturan hukum. 

Dari perbincangan redaksi di beberapa lokasi yang kerap dijadikan tempat berteduh kala hujan oleh pengendara motor, sejatinya para bikers sudah memahami adanya peraturan tersebut meski tidak detail ke pasal dan ancaman hukum dari pelanggarannya. 

Mereka juga menyadari bahwa ada kewajiban pengendara motor untuk selalu sedia jas hujan di setiap musim hujan. Tetapi, kesadaran itu tidak memicu timbulnya tindakan yang taat hukum. Bagi mereka, dalam kasus ini hampir tidak pernah ada penegakan aturan lalu lintas yang benar-benar berjalan. 

"Tahu pak, ada aturannya. Tapi daripada basah kuyup, lagian enggak ada tuh yang ngatur-ngatur di sini," ucap salah seorang pengendara yang ditemui sedang berteduh di kolong Flyover Pondok Bambu, Jakarta Timur, beberapa malam lalu.

Alhasil, kumpulan pengendara motor yang berteduh di kolong jembatan layang menjadi pemandangan lumrah khususnya di ibu kota Jakarta. 

Para pelanggar aturan berharap perilaku mereka bisa dimaklumi oleh pengguna jalan yang lain, meski sangat menganggu kelancaran lalu lintas. Bahkan ada yang meyakini bahwa semua orang pasti paham betapa tidak enaknya kehujanan saat perjalanan bermotor (termasuk polisi dan petugas Dishub). 

"Yah, namanya juga hujan, pak. Siapa sih yang mau kebasahan? Kita neduh juga terpaksa. Maunya juga pulang lebih cepat," lanjut pengendara lain di lokasi sama.  

Nah loh! Kalau sudah begini, benar-benar repot..

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Kemacetan Jakarta
# pelanggaran lalu lintas

News Update

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.