JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Layanan kesehatan dari Pemprov DKI atau Pemkot Jakarta Timur untuk warga korban banjir di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, belum maksimal.
Hingga saat ini, warga masih memerlukan pelayanan kesehatan karena sejumlah penyakit mulai menyerang warga pascabanjir yang terjadi sejak Rabu 1 Januari. Di antaranya adalah penyakit flu, sesak napas hingga chikungunya.
"Pengobatan dari dinas kesehatan belum maksimal," kata Ketua RW 11 setempat, Suyatmandi, dikutip dari Republika.
Ia mengatakan, sejauh ini pengobatan untuk masyarakat masih bersifat swadaya. Dia juga berusaha mengajak beberapa dokter yang secara pribadi mau membantu memeriksa kesehatan warga.
Hal senada disampaikan Ketua RW 12, Hanggo Djalu. Ia mengatakan, keluhan kesehatan mulai disampaikan masyarakat.
AYO BACA : 800 Petugas Gabungan Kerja Bakti Bersihkan Lumpur di Cipinang Melayu
"Warga saya diperiksa kesehatannya oleh Puskesmas yang bekerjsama dengan salah satu perusahaan negara," jelas Hanggo.
Agak berbeda apa yang disampaikan Lurah Cipinang Melayu, Agus Sulaeman. Menurutnya, para tenaga kesehatan telah mengunjungi semua lokasi di wilayahnya setelah banjir melanda. Sebagian tenaga kesehatan itu bekerjasama dengan pihak-pihak lain.
"Mungkin pada saat itu, warga masih ada yang sibuk bersih-bersih rumah sehingga tidak sempat memeriksakan diri. Nanti kita jadwalkan kembali," jelas Agus.
Agus menyatakan pengobatan akan langsung dilakukan jika warga mengeluhkan penyakit pascabanjir.
Bahkan, ia mengklaim pengobatan juga diberikan kepada para petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang membantu rehabilitasi lokasi banjir.
AYO BACA : Kerja Bakti di Cipinang Melayu Berhasil Angkut 300 Ton Sampah
Share this article
Sejauh ini pengobatan untuk masyarakat masih bersifat swadaya. Dia juga berusaha mengajak beberapa dokter yang secara pribadi mau membantu memeriksa kesehatan warga.