AYOJAKARTA.COM - Kebiasaan sederhana memilah sampah dari rumah ternyata memiliki dampak besar terhadap upaya pengurangan timbulan sampah di Jakarta.
Dari sekitar 9.059 ton sampah yang dihasilkan setiap hari di Ibu Kota, hanya sekitar 10 persen yang akan menjadi sampah residu.
Hal ini bisa terjadi apabila masyarakat secara konsisten melakukan pemilahan sejak dari sumbernya.
Artinya, sekitar 90 persen sampah sebenarnya masih memiliki nilai guna dan dapat dikelola kembali melalui proses daur ulang, pengomposan, maupun pemanfaatan lainnya.

Tanpa pemilahan, sampah-sampah tersebut berpotensi berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA) dan menambah beban pengelolaan sampah di Jakarta.
Sampah residu sendiri merupakan sampah yang sulit atau tidak dapat didaur ulang kembali, seperti:
- Styrofoam
- Popok dan pembalut sekali pakai
- Tisu bekas

Jika sampah tidak dipilah, sampah lain juga berpotensi menjadi sampah residu.
Padahal sampah-sampah tersebut masih berpotensi didaur ulang.
Pemilahan sampah sejak dari rumah menjadi salah satu langkah paling efektif untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang.
Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik seperti plastik, kertas, logam, dan kaca dapat didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi.
Selain membantu mengurangi timbulan sampah, kebiasaan memilah sampah juga berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan, menekan pencemaran, serta mendukung terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Yuk, mulai dari aksi kecil kurangi beban sampah Jakarta dengan memulai pilah sampah dari rumah.
Aksi kecil tersebut bisa dimulai dari:
- Bawa tumbler
- Sedia tas belanja sendiri
- Pakai wadah makan yang bisa digunakan ulang, bukan sekali pakai
- Kurangi, pilah, dan olah (kupilah) sampah dari sumber.***
Share this article
Artinya, sekitar 90 persen sampah sebenarnya masih memiliki nilai guna dan dapat dikelola kembali.