AYOJAKARTA.COM -- Sebagaimana halnya bangsa Indonesia, seluruh umat muslim di penjuru negara juga tengah berkonsentrasi melakukan ibadah di bulan Ramadhan.
Berbeda dengan Indonesia yang banyak dihuni oleh kaum muslim, Ramadhan di negara dengan penduduk umat muslim minoritas tentu saja berbeda.
Meski menjadi ajaran agama minoritas, namun pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan tetap dilakukan oleh umat muslim di negara-negara tersebut.
Sebagai bahan pengetahuan dan perbandingan, berikut ini merupakan gambaran suasana Ramadhan bagi umat muslim di negara dengan mayoritas non muslim.
Menjadi agama minoritas di Monaco, jumlah umat muslim di negara yang memiliki bendera mirip Indonesia tercatat pada tahun 2022 sebanyak 160 orang.
Imigran asal Turki dan Timur Tengah menjadi kontributor jumlah muslim di negara yang berada di benua Eropa serta berdekatan dengan Italia.
Setiap kali memasuki waktu Ramadhan, banyak umat muslim di Monaco yang akan mengunjungi masjid di perbatasan antara Perancis-Monaco.
Sempat menjadi sorotan usai menjadi salah satu lokasi syuting bagi kelompok Dominic Toretto, umat muslim di Samoa tercatat berjumlah 73 jiwa.
Setiap kali memasuki Ramadhan, Organisasi Liga Muslim Samoa Barat yang berdiri pada 1986 akan mengajak kaum muslim untuk meramaikan masjid.
Islam di Samoa mulai diperkenalkan ke masyarakat Samoa pada tahun 1980 yang diprakarsai oleh kelompok Pendakwah Muda asal negara Arab dan Malaysia.
Dominika di Karibia Tengah merupakan negara yang populasi kepercayaannya didominasi oleh penganut Katolik.
Baca Juga: 5 Kota Memiliki Tradisi Unik saat Bulan Ramadhan, Ada yang Sudah Berlangsung Berabad-abad
Meski umat muslim di Dominika tercatat hanya berjumlah sekitar 72 orang, suasana Ramadhan penuh toleransi terasa di masjid-masjid yang berjumlah tiga buah.
Universitas Windsor serta Islamic Center di negara Saint Kitts dan Nevis, Karibia Amerika Tengah menjadi pusat berkumpul setiap memasuki Ramadhan.
Meski jumlah umat muslim di negara Saint Kitts dan Nevis hanya tercatat berjumlah 53 orang, namun peribadatan Ramadhan berjalan dengan aman.
Penganut Islam di Tuvalu, salah satu negara terkecil di dunia tercatat berjumlah 53 orang dan mengisi Ramadhan dengan berkegiatan di Masjid Ahmadiyah Funafuti.
Baca Juga: 5 Tips Motivasi Bekerja di Bulan Ramadhan, Puasa Bukan Alasan untuk Malas
Berjumlah sebanyak 20 orang, umat Islam di Mikronesia mengisi Ramadhan dengan menggelar pertemuan bertajuk, Kopi, Kue dan Persaudaraan Islam.
Kiribati, negara di Samudera Pasifik memiliki jumlah umat muslim yang jumlahnya sekitar 50 orang akan membangun tenda untuk saling bertemu.
Memiliki jumlah 10 orang, umat muslim di Kepulauan Marshal yang menjadi negara terkecil di dunia mengisi Ramadhan dengan berkumpul. ***

Share this article
Berbeda dengan Indonesia yang banyak dihuni oleh kaum muslim, Ramadhan di negara dengan penduduk umat muslim minoritas tentu saja berbeda.