AYOJAKARTA.COM - Puasa Ramadan merupakan salah satu ibadah yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Selama menjalankan ibadah puasa, seseorang harus menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Namun, terkadang saat memasak atau menghidangkan makanan untuk orang lain, seseorang tidak sengaja mencicipi makanan dan tertelan.
Bagaimana hukum mencicipi makanan saat puasa Ramadan? Apakah puasa tersebut batal?
Menurut pandangan Islam, mencicipi makanan saat berpuasa Ramadan tidak membatalkan puasa seseorang.
Dalam ulasan NU Online, dikutip Kamis, 23 Maret 2023, Syekh Abdullah bin Hijazi asy-Syarqawi dalam kitab karangannya, Hasiyah asy-Syarqawi (1/881) menjelaskan:
وذوق طعام خوف الوصول إلى حلقه أى تعاطيه لغلبة شهوته ومحل الكراهة إن لم تكن له حاجة ، أما الطباخ رجلا كان أو امرأة ومن له صغير يعلله فلا يكره في حقهما ذلك قاله الزيادي
Artinya, “Di antara sejumlah makruh dalam berpuasa ialah mencicipi makanan karena dikhawatirkan akan mengantarkannya sampai ke tenggorokan. Dengan kata lain, khawatir dapat menjalankannya lantaran begitu dominannya syahwat. Posisi makruhnya itu sebenarnya terletak pada ketiadaan alasan atau hajat tertentu dari orang yang mencicipi makanan itu. Berbeda lagi bunyi hukum untuk tukang masak baik pria maupun wanita, dan orang tua yang berkepentingan mengobati buah hatinya yang masih kecil. Bagi mereka ini, mencicipi makanan tidaklah makruh. Demikian Az-Zayadi menerangkan.”
Baca Juga: Bolehkah Sikat Gigi dan Berkumur Saat Puasa Ramadan? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Dalam keterangan tersebut jelas disebutkan bahwa seseorang mencicipi makanan saat berpuasa Ramadan, puasanya tetap sah.
Namun, perlu diingat bahwa jika seseorang sengaja makan atau minum saat berpuasa, maka puasanya dianggap batal dan harus mengganti puasa tersebut pada hari lain.
Selain itu, jika seseorang sengaja melakukan tindakan lain yang membatalkan puasa seperti melakukan hubungan suami istri, maka puasa tersebut juga dianggap batal.
Dalam hal ini, seseorang harus berusaha untuk lebih berhati-hati saat berpuasa, khususnya saat memasak atau menghidangkan makanan untuk orang lain.
Sebaiknya hindari mencicipi makanan berlebih saat berpuasa, dan pastikan semua bahan makanan yang digunakan sudah dibersihkan dan aman untuk dikonsumsi.
Dalam kesimpulan, mencicipi makanan saat berpuasa Ramadan tidak membatalkan puasa seseorang.
Namun, jika seseorang sengaja makan atau minum, maka puasanya dianggap batal.
Seseorang juga harus berhati-hati saat memasak atau menghidangkan makanan untuk orang lain, hindari mencicipi makanan berlebihan dan pastikan semua bahan makanan yang digunakan sudah bersih dan aman untuk dikonsumsi.***

Share this article
Bagaimana hukum mencicipi makanan saat puasa Ramadan? Apakah puasa tersebut batal? Ini pendapat ulama.