AYOJAKARTA.COM - Menuju bulan Ramadan, tentunya umat Islam begitu antusias dan mempersiapkan diri untuk melakukan ibadah puasa sebulan penuh.
Selain melakukan ibadah puasa, tentu ada pelaksanaan salat Tarawih dan Witir di malam hari selepas salat isya.
Adapun terkait jumlah salat Tarawih dan salat Witir yang dikerjakan, pada umumnya memiliki perbedaan dalam jumlah rakaat.
Baca Juga: Ungkap Transaksi Janggal Rp 300 T di Kemenkeu, Komisi III DPR Heran: Kok Mahfud MD Duluan yang Sampaikan
Melansir kanal YouTube Nasehat Ustadz, Ustaz Adi Hidayat menyampaikan jumlah rakaat salat Tarawih dan salat Witir sesuai dengan amalan Rasulullah SAW.
Ustaz Adi Hidayat menyampaikan hadits nabi tentang pelaksanaan salat Tarawih melalui hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a.
"Saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW di Ramadan atau diluar Ramadan melakukan shalat malam selain dari 11 rakaat," ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Adapun kesebelas rakaat yang biasa Rasulullah SAW kerjakan itu terdiri dari 10 rakaat salat Tarawih, dan 1 rakaat salat Witir.
Baca Juga: Anti Klimaks! Transaksi Janggal Rp 300 T di Kemenkeu Bukan Korupsi? Komisi III DPR Sarankan Mahfud MD Lakukan
Untuk 10 rakaat shalat Tarawih tersebut dilakukan dengan hitungan 2+2+2+2+2, dalam artian 5 kali dengan 2 rakaat.
Adapun rumus lain yang disampaikan Ustaz Adi Hidayat menurut hadist riwayat Muslim no 738, yakni 4+4+3 yang sama jumlahnya menjadi 11.
"Rasulullah SAW menunaikan salat malamnya, 4 rakaat jangan tanyakan bagus dan panjangnya, kemudian salat lagi 4 rakaat, jangan tanya bagus dan panjangnya, setelah itu beliau menunaikan 3 rakaat witir," jelas ustaz Adi Hidayat.
Menurut hadist ini Rasulullah melaksanakan salat Tarawih 2 kali 4 rakaat, kemudian ditutup dengan salat Witir 3 rakaat.
Namun bisa saja salat Tarawihnya dikerjakan sebanyak 4 kali 2 rakaat (2+2+2+2) dan salat Witirnya 3 rakaat.
Terkait bacaan niat salat Tawarih secara munfarid atau sendiri, dilansir Ayojakarta.com melalui laman muslim.sg adalah sebagai berikut.
"Usolli sunnata-taraawiihi rak'ataini lillah ta'ala", yang artinya saya niat salat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah ta'ala.
Untuk niat salat Tarawih secara berjamaah, dibagi 2 untuk imam dan makmum yang tentunya lafadz niatnya berbeda, yakni:
1. Imam
"Usolli sunnata-taraawiihi rak'ataini imaamam lillah ta'ala", yang artinya saya niat sholat sunnah tarawih sebagai imam dua raka'at karena Allah ta'ala.
2. Makmum
"Usolli sunnata-taraawiihi rak'ataini makmumam lillah ta'ala", yang artinya saya niat sholat sunnah tarawih makmum dua raka'at karena Allah ta'ala.***

Share this article
Adapun terkait jumlah salat Tarawih dan salat Witir yang dikerjakan, pada umumnya memiliki perbedaan dalam jumlah rakaat.