AYOJAKARTA.COM - Kabar tentang tanah Arab menjadi subur dan hijau mengejutkan publik belakangan ini.
Beberapa orang bahkan berpendapat bahwa kiamat sudah semakin dekat menghampiri umat manusia.
Dikutip dari laman Republika.co.id pada sebuah artikel berjudul "Ustadz Fahmi Salim Jelaskan Pegunungan Makkah Menghijau Jadi Tanda Kiamat"(13/1/2023), disebutkan dalam sebuah Hadist yang shahih terkait kesuburan Arab dengan tanda kiamat.
Baca Juga: Beberapa Keutamaan Hari Jumat dan Wasiat Amalan Syekh Ali Jaber
"Hari kiamat tidak berlaku sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai,” (HR Muslim).
Namun selain menghijaunya tanah Arab, terdapat tanda-tanda yang lainnya salah satunya adalah kemunculan Ya'juj Ma'juj.
Disebutkan dalam Al-Quran Surat Al Kahfi ayat 94, Ya'juj Ma'juj merupakan sebuah kaum yang suka berbuat kerusakan di muka bumi.
Selain di dalam Al-Quran, Ya'juj Ma'juj disebutkan pula di dalam Hadist dan kitab-kitab suci terdahulu.
Lalu siapakah Ya'juj Ma'juj? dari mana asal mereka?
Dikutip dari sebuah artikel yang diterbitkan oleh Republika.co.id dengan judul Siapakah Ya'juj dan Ma'juj Itu? (13/1/2023), diterangkan bahwa asal muasal Ya'juj Ma'juj masih menjadi perdebatan hingga saat ini.
Beberapa menyebutkan bahwa Ya'juj Ma'juj berasal dari bangsa Tartar, Mongol, Cina, dan sebagainya.
Selain itu ada yang menganggap Ya'juj dan Ma'juj sebagai nenek moyang bangsa Turki.
Dalam Al-Quran dikisahkan bahwa saat ini Ya'juj Ma'juj berada dalam isolasi pada tembok atau benteng logam yang dibangun Zulkarnain.
Nantinya tembok yang telah dibangung oleh Zulkarnain akan berhasil dihancurkan oleh Ya'juj Ma'juj.
Kemudian mereka nantinya akan tergesa gesa membuat kerusakan di muka bumi.
Jumlah Ya'juj Ma'juj terbilang sangat besar, sehingga saat mereka berhasil keluar mereka akan terlihat seperti air bah yang mengalir.
Ya'juj dan Ma'juj termasuk dalam jenis manusia dan mempunyai ciri khas yang membuat mereka tampak berbeda dari manusia pada umumnya.
Dalam satu hadis Nabi SAW disebutkan, Ya'juj dan Ma'juj memiliki muka yang lebar, mata yang kecil (sipit), dan warna putih di rambut atas mereka. Bentuk wajah mereka dikatakan mirip perisai (HR Imam Ahmad).
Selain itu mereka juga nyaris tidak memiliki kemampuan untuk memahami bahasa atau perkataan yang dituturkan manusia.
Dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disiratkan bahwa populasi manusia biasa dibandingkan Ya'juj dan Ma'juj adalah 1:999 (satu berbanding sembilan ratus sembilan puluh sembilan).
Selain itu disebutkan pula dalam sebuah Hadist gerombolan atau barisan pertama dari mereka melewati Danau Thabariyah dan kemudian meminum habis semua air dalam danau tersebut (HR Muslim 2937/110, at-Tirmidzi 2240 Abu Dawud 4321, Ibnu Majah 4075).
Kemudian Allah SWT menjelaskan pada sebuah ayat yang berada di Al-Quran yaitu surat Al-Anbiya ayat 21 tentang kebenaran kemunculan Ya'juj Ma'juj sebagai tanda akan terjadinya kiamat.
Allah SWT berfirman, "Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan (apabila) sudah dekat kedatangan janji yang benar (kiamat), tiba-tiba terbelalaklah mata orang kafir. (Mereka berkata): 'Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian mengenai ini, bahkan kami adalah orang yang zalim'," (QS: al-Anbiya [21]: 96-97).
Dikisahkan saat kedatangannya bahkan kaum muslimin yang bersama dengan Nabi Isa AS pada saat itu tidak mampu menghentikan mereka.
Kemudian untuk menghancurkan Ya'juj dan Ma'juj, Allah menurunkan ulat yang ditujukan untuk menyerang leher mereka sehingga membuat mereka binasa.
Mayat-mayat mereka bergelimpangan dan berbau busuk, sehingga untuk menghilangkannya Allah mengirimkan burung-burung untuk mengangkut mayat-mayat mereka dan menurunkan hujan untuk membersihkannya.***

Share this article
Selain menghijaunya tanah Arab, terdapat tanda-tanda yang lainnya salah satunya adalah kemunculan Ya'juj Ma'juj.