AYOJAKARTA.COM — Bulan Rajab adalah bagian dari empat bulan haram pada kalender Islam.
Bulan Rajab jadi sebuah momentum bagi para umat Muslim untuk meningkatkan amal ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah satu sunnah yang dianjurkan pada bulan Rajab adalah dengan berpuasa.
Puasa Rajab mempunyai keutamaan yang sangat besar dan menjadi persiapan menuju bulan yang penuh dengan keberkahan berikutnya, yaitu Sya'ban dan Ramadhan.
Keutamaan dari puasa Rajab sudah banyak dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Keutamaan Puasa Rajab dalam Kitab Ihya Ulumuddin, Lengkap dengan Niat dan Ketentuannya
Namun tidak ada dalil yang menyebutkan keutamaan dari puasa Rajab secara spesifik.
Tetapi anjuran berpuasa di bulan-bulan haram, termasuk Rajab menunjukkan keutamaan dalam meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Puasa Rajab bisa jadi bentuk ibadah yang penuh keikhlasan serta pengorbanan dan memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Dikutip dari laman jateng.nu.or.id, dalam kitab Hasyiyah I'anah at-Thalibin, juz 2, dijelaskan bahwa boleh menjalankan puasa selama tiga hari di bulan Rajab pada hari apa saja.
Namun, berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Rajab hukumnya adalah makruh.
Baca Juga: Kapan Puasa Rajab 2025? Cek Jadwal Lengkap dengan Tata Cara dan Niatnya di Sini
Puasa Rajab dianjurkan untuk dilaksanakan pada hari istimewa seperti Senin, Kamis, Jumat, atau pada Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15.
Puasa Rajab juga bisa dilakukan secara bergantian, satu hari puasa dan satu hari tidak.
Seperti puasa sunnah lainnya, niat puasa Rajab dijalankan pada waktu malam hari sebelum fajar.
Berikut Lafal niat puasa Rajab:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillâhi ta‘âlâ)
Artinya: “Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah ta'ala.”
Bagi yang lupa berniat pada malam hari juga masih diperbolehkan untuk dilakukan di siang hari sebelum waktu Dzuhur.
Berikut Lafal niat puasa Rajab di siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘ an adâ’i syahri rajaba lillâhi ta’âlâ)
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Rajab hari ini, sunnah karena Allah ta’âlâ.”
Meskipun sunnah, puasa Rajab mempunyai nilai ibadah yang tinggi.
Selain mendekatkan diri kepada sang pencipta, puasa Rajab bisa jadi sarana untuk melatih kesabaran, pengendalian diri, dan juga meningkatkan kepekaan spiritual.
Umat Muslim bisa melakukan puasa Rajab untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk menyambut bulan yang penuh dengan keberkahan berikutnya, khususnya ketika masuk bulan Ramadhan.**

Share this article
Bulan Rajab jadi sebuah momentum bagi para umat Muslim untuk meningkatkan amal ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.