AYOJAKARTA.COM - Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan merupakan momentum istimewa yang sangat dinantikan oleh setiap Muslim, terutama pada malam-malam ganjilnya yang menyimpan keistimewaan Lailatul Qadar.
Ustadz Khalid Basalamah dalam ceramahnya menjelaskan bahwa malam-malam ganjil di akhir Ramadhan menjadi target utama ibadah bagi setiap orang beriman, merujuk pada praktik Rasulullah SAW.
"Sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang sahih, Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kalau sudah masuk 10 akhir Ramadan, beliau menguatkan ikatan pinggangnya, ikatan sarungnya, dan membangunkan keluarganya untuk salat malam," terang Ustadz Khalid.
Baca Juga: Buya Yahya Ungkap 5 Tanda-tanda Fisik Lailatul Qadar dari Hadits Nabi, Jangan Sampai Terlewat
Beliau menekankan bahwa intensitas ibadah Rasulullah SAW meningkat signifikan pada periode ini, yang menunjukkan betapa pentingnya momen tersebut untuk dimanfaatkan secara maksimal.
Urgensi mengejar Lailatul Qadar terletak pada keistimewaannya yang luar biasa, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran.
"Allah menurunkan dalam surah Al-Qadr di dalam Al-Quran yang berbunyi 'Lailatul Qadri khairum min alfi syahr', Lailatul Qadr malam kemuliaan lebih baik daripada 1000 bulan atau sama dengan 83 tahun plus 4 bulan," jelas Ustadz Khalid, memberikan perspektif mengenai nilai ibadah pada malam tersebut yang berlipat ganda hingga ribuan kali.
Nilai ibadah yang dilakukan pada Lailatul Qadar memiliki keistimewaan yang sangat besar, di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya setara dengan beribadah selama 1000 bulan.
Baca Juga: Bukan Hanya di Masjid, Rumah Pun Bisa Jadi Tempatnya Lailatul Qadar, Begini Penjelasan Buya Yahya
Ustadz Khalid memaparkan dengan gamblang, "Anda bisa bayangkan keutamaannya, bila anda mengucapkan Subhanallah saja di Lailatul Qadar bertepatan, maka sama dengan anda mengucapkan Subhanallah selama 1000 bulan atau 83 tahun plus 4 bulan."
Penjelasan ini menjadi motivasi kuat bagi umat Muslim untuk memaksimalkan ibadah di malam-malam ganjil tersebut, terlebih bagi mereka yang mungkin tidak diberi kesempatan hidup hingga usia panjang.
"Mungkin ada di antara kaum muslimin belum bisa mencapai dan Allah tidak tentukan umurnya sampai 80 tahun, tapi walau malam itu dia lalui dan dia sempat mengerjakan ibadah apa saja—berzikir, berdoa, membaca Al-Qur'an, bersedekah, bakti sama orang tua, dia salat malam, apa saja dia kerjakan—maka itu akan dicatatkan sama dengan 1000 bulan," tegas Ustadz Khalid.
Beliau juga memberikan nasihat praktis tentang prioritas aktivitas di sepuluh hari terakhir Ramadhan, "Bagi anda yang ingin membeli kebutuhan lebaran, harusnya ini dibeli sebelum Ramadan atau masih mungkin kalaupun di awal-awal Ramadan.
Sepuluh terakhir Ramadan bukan untuk dihabiskan di pasar atau di mall untuk mencari baju lebaran, tapi dihabiskan dengan iktikaf di masjid atau kalau anda tidak iktikaf di masjid, anda bisa tetap memperbanyak ibadah, sibuk di rumah, di jalanan dengan berzikir, dengan membaca Al-Qur'an, dengan mendengarkan majelis ilmu agar anda menutup Ramadan anda dengan amal-amal yang baik."
Baca Juga: Pendaftaran KJMU 2025 Dibuka Sampai 27 Maret 2025, CEK Timeline dan Syaratnya di Sini, Jangan Kelewat!
Tantangan dalam mengejar Lailatul Qadar adalah ketidakpastian kapan tepatnya malam mulia tersebut terjadi, meskipun ada indikasi bahwa malam ke-27 memiliki probabilitas tertinggi.
Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan, "Malam Lailatul Qadar hanya terjadi setahun sekali dan di malam-malam ganjil 10 terakhir pun berputar, bisa tanggal 21 atau 23, 25, 27, ataupun 29.
Dan memang paling sering terjadi di malam 27, tapi kita tidak pernah tahu tepatnya di kapan dia terjadi."
Oleh karena itu, Ustadz Khalid mendorong umat Muslim untuk mengoptimalkan seluruh malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan beribadah lebih intensif.
"Di 10 terakhir Ramadan dianjurkan semua Muslim justru lebih giat beribadah dan bagaimana dia meniatkan dalam hatinya 'Semoga Allah mudahkan mendapatkan Lailatul Qadar'," anjur beliau.
Di akhir ceramahnya, Ustadz Khalid memberikan motivasi agar umat Muslim tidak kehilangan semangat justru setelah melewati dua pertiga perjalanan Ramadhan, "Semangat selalu teman-teman sekalian.
Baca Juga: Tahun 2024 Jadi Terakhir! Pemerintah Tak Buka Lagi Seleksi PPPK, Singgung Soal Fokus Pelayanan
Justru setelah kita berjuang selama 20 hari di awal Ramadan, di 10 terakhir ini kita jauh lebih giat, kita jauh lebih semangat, dan bagaimana kita terus membaca dan mendengarkan ceramah para ulama berhubungan dengan masalah keutamaan Lailatul Qadr."
Beliau mengakhiri dengan doa, "Semoga Allah memudahkan kita termasuk orang yang meraihnya dan juga memberikan kesempatan kita untuk meraih Ramadan-Ramadan yang banyak ke depannya, sampai maksimal sesuai yang Allah berikan kepada hamba-hamba pilihannya."***
Share this article
kita berjuang selama 20 hari di awal Ramadan, di 10 terakhir ini kita jauh lebih giat, kita jauh lebih semangat