AYOJAKARTA.COM – Setiap amalan baik dan buruk bisa saja saling mempengaruhi satu sama lain.
Misalnya sikap penyesalan atas perbuatan maksiat bisa menghapus dosanya.
Begitu juga dengan salah satu pahala amalan kebaikan yang bisa terhapus jika kita melakukan sikap buruk.
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Audio Dakwah pada Rabu (15/3/2023), Ustaz Adi Hidayat menyampaikan bahwa ada sifat yang merusak pahala dari suatu kebaikan.
Sebagaimana Ustaz Adi Hidayat menyampaikan firman Allah dalam Alquran tentang habisnya pahala kebaikan karena suatu hal yang merusak amal tersebut.
"Hai orang-orang yang beriman, jangan engkau batalkan, bahasa fiqihnya gugur (habis) dengan perbuatan yang merusak dan mengganggu amalan itu," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Seperti halnya apabila saat menunaikan salat dan ada yang membatalkannya, maka kita harus mengulangnya dari awal.
Selain salat, pada amalan lain pun jika ada yang merusak amalan maka pahalanya hilang (gugur) contohnya sedekah.
Terkadang seorang yang akan melakukan kebaikan dibarengi dengan sifat riya, karena ingin dipuji orang atau menyombongkan diri.
Ustaz Adi Hidayat menyampaikan bahwa ada keterangan dalam Alquran yang membedakan orang yang sedekah tapi riya dengan yang meminta maaf karena tidak bisa memberi sedekah.
"Bahkan dibandingkan (seperti dijelaskan dalam) Quran, (dibandingkan) orang yang riya bahkan yang mencela orang lain, itu lebih mulia orang yang meminta maaf karena tidak bisa memberi," jelas Ustaz Adi Hidayat.
"Berkata lebih baik jika belum bisa memberi itu lebih mulia dibandingkan dengan memberi tapi diikuti dengan perbuatan yang merusak," ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Sejatinya sifat riya itu akan menimbulkan hilangnya pahala dari kebaikan, mulai dari sebelum, saat dan setelah kita melakukannya.***

Share this article
Pentingnya menjauhi sifat riya menurut Ustaz Adi Hidayat, ternyata bisa bikin pahala amalan kita habis.