AYOJAKARTA.COM - Bulan Ramadan merupakan bulan mulia di mana umat muslim diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan penuh lalu dilanjutkan dengan perayaan Idul Fitri.
Berpuasa adalah menahan lapar, haus serta hawa nafsu sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Namun, bagaimana dengan seseorang yang melakukan maksiat di malam hari saat tidak berpuasa, lalu siangnya ia berpuasa?
Apakah amal ibadah puasanya diterima?
Baca Juga: CATAT! Ini Waktu dan Tanggal Malam Lailatul Qodar 2023, Umat Muslim Jangan Sampai Terlewat
Ustaz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS menjelaskan secara sederhana dikutip dari YouTube Ustad Menjawab pada 30 Maret 2023 oleh ayojakarta.com.
“Diterimakah orang yang pada malam hari berbuat maksiat, berzina, lalu siangnya berpuasa?” tanya salah satu jemaah ceramah.
Ustaz Abdul Somad atau UAS pun menjawab.
“Siapa yang ibadahnya tidak mencegah dari perbuatan keji dan munkar, dia makin jauh dari Allah SWT," terang Ustaz Abdul Somad.
Lebih lanjut, UAS menjelaskan bahwa beribadah tetapi maksiat akan menjauhkan diri dari Allah SWT.
"Dia bukan makin dekat, tetapi makin jauh dari Allah SWT," tegas UAS.
Ustaz Abdul Somad juga memberikan daftar perbuatan maksiat yang bisa dilakukan oleh seseorang.
"Oleh sebab itu maka orang yang secara sadar melakukan zina, narkoba, pacaran secara terus menerus, orang ini disebut fasiq," kata Ustaz Abdul Somad.
Apakah itu fasiq?
Yaitu orang yang tidak akan diberikan hidayah oleh Allah.
"Allah tak berikan hidayah kepada orang fasiq," jelas UAS.
Maka yang dapat dilakukan manusia adalah beribadah dengan sungguh-sungguh agar dapat mencegah perbuatan keji dan munkar seperti maksiat.***

Share this article
Berikut penjelasan Ustaz Abdul Somad terkait amalan orang yang malam maksiat namun siangnya berpuasa.