AYOJAKARTA.COM - Tidak terasa kita telah meninggalkan Bulan Ramadan, bulan dimana semua amalan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya.
Tetapi jangan khawatir, kita masih dapat mengerjakan amalan-amalan yang biasa dikerjakan di Bulan Ramadan di Bulan Syawal.
Salah satunya adalah puasa selama enam hari di Bulan Syawal.
Baca Juga: Bagaimana Sebenarnya Hukum Salat Idul Fitri, Apa Saja yang Dianjurkan? Buya Yahya Jabarkan Hal Ini
Para ulama menyebutkan bahwa melaksanakan puasa di Bulan Syawal akan diganjar pahala yang melimpah oleh Allah SWT.
Lantas bagaimana hukumnya menunaikan ibadah Puasa Syawal tetapi belum membayar utang Puasa Ramadan?
Buya Yahya menjelaskan bahwa yang paling utama adalah membayar utang Puasa Ramadan terlebih dahulu.
Baca Juga: Bolehkan Wanita Hamil dan Menyusui Tidak Melaksanakan Puasa Ramadan? Buya Yahya Jelaskan Hukumnya
“Jadi, kalau anda memiliki utang puasa, lebih baik bayar utang puasanya terlebih dahulu daripada melakukan puasa Sunnah,” jelasnya dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV pada Kamis (20/4).
“Maka sebaiknya kita mendahulukan bayar utang, dari pada nanti terlambat,” sambung Buya Yahya.
Buya Yahya mengatakan bahwa kita dapat membayar utang puasa Ramadan tetapi juga mendapatkan pahala puasa Syawal.
Baca Juga: Buya Yahya Ungkap Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari, MasyaAllah Pahalanya Luar Biasa!
“Jadi dahulukan bayar utang, cuman Allah SWT kan maha kasih, anda bayar utang pas kan di Bulan Syawal maka anda akan mendapatkan pahala Syawal,” katanya.
Buya Yahya menyebutkan apabila kita ingin membayar utang puasa Ramadan sekaligus mendapatkan pahala puasa Syawal maka harus niat untuk membayar utang puasa Ramadan.
“Niatnya bayar utang saja, kan enak, sudah kebayar utangnya lalu dapat juga puasa sunnahnya,” sebutnya.
Baca Juga: Buya Yahya Ungkap Pentingnya Mencari Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadan, Mengapa?
Buya Yahya menuturkan jangan kebalik dalam niatnya.
“Jangan dibalik, jangan puasa Sunnah saja, lalu utang puasanya tidak dibayar,” tuturnya.
“Saya jalankan puasa Sunnah Syawal, sah sunnahnya, tapi utangnya belum dibayar,” tambah Buya Yahya.
Baca Juga: Buya Yahya Ungkap Pentingnya Mencari Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadan, Mengapa?
Tetapi apabila kita membaca niat untuk membayar utang puasa Ramadan, maka utang puasanya lunas dan kita akan mendapatkan pahala puasa Sunnah.
“Tapi kalau niatnya membayar utang, sunnahnya dapat,” kata Buya Yahya.
“Cukup, saya mengqodho puasa Ramadan di Bulan Syawal ini, bagus, utangnya dibayar kemudian mendapatkan pahala Sunnah,” sambungya.
Buya Yahya mengatakan bahwa jangan membaca niat membayar utang puasa dengan niat puasa syawal secara bersama-sama.
“Tapi jangan di double niatnya,” katanya.
“Kalau niatnya di double, kata para ulama mazhab syafi'I tidak sah, cukup niat bayar utang puasa Ramadan saja,” lanjut Buya Yahya.
Kemudian untuk pelafalan niat, Buya Yahya mengatakan tidak diharuskan menggunakan bahasa Arab.
Cukup dengan menggunakan bahasa Indonesia maka sah puasa kita karena Allah SWT mengetahui niat daripada kita melakukan puasa tersebut.
“Kemudian, niar bayar utang itu gak usah pakai bahasa Arab juga sah,” pungkas Buya Yahya.***

Share this article
Buya Yahya menyarankan untuk lebih baik bayar utang puasanya terlebih dahulu daripada melakukan puasa sunnah.