AYOJAKARTA.COM---Puasa selama 6 hari di bulan syawal merupakan salah satu puasa sunnah yang dianjurkan dalam Islam.
Puasa ini dimulai pada tanggal 2 syawal atau tepat sehari setelah Hari Raya Idul Fitri.
Dalam sebuah hadits Rasulullah saw sendiri pernah menjelaskan bahwa orang yang melakukan enam hari puasa syawal setelah satu bulan puasa ramadan, maka ia akan memperoleh pahala senilai satu tahun berpuasa. Adapun hadits tentang puasa ini diriwayatkan oleh Muslim.
Baca Juga: Pahala Puasa Syawal Sama dengan 1 Tahun Puasa, Ini Penjelasannya !
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya:
"Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun,"
Sementara itu, ayojakarta.com mengutip lima keutamaan puasa sunnah Syawal di laman resmi www.nu.or.id diantaranya sebagai berikut :
1.Penyempurna puasa ramadan.
Adapun manfaat ibadah sunnah yakni sebagai penyempurna ibadah fardhu. Sebagaimana shalat sunnah rawatib (qabliyah dan ba’diyah) yang bisa menjadi penyempurna bagi shalat fardhu. Hal serupa juga berlaku untuk puasa sunnah syawal bisa menjadi penyempurna puasa ramadan.
Baca Juga: Ayo Amalkan! Ini 5 Amalan Penting Bulan Syawal yang Sangat Luar Biasa
2.Pahala puasa satu tahun
Dalam Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 160 dijelaskan bahwa setiap satu amal ibadah akan dibalas pahala sepuluh kali lipatnya.
3.Tanda diterimanya puasa ramadan
Salah satu ciri-ciri diterimanya amal ibadah yaitu konsistensi melakukan ibadah lainnya setelah ibadah pertama selesai. Kemudian ciri-ciri diterimanya puasa ramadan seseorang dengan cara melakukan puasa sunnah syawal setelahnya.
4. Sebagai tanda syukur
Ibadah puasa sunnah syawal merupakan bukti syukur seorang hamba karena selama bulan ramadan karena telah memperoleh anugerah dari Allah SWT baik berupa ibadah-ibadah yang bisa dijalani di dalamnya ataupun ampunan yang dijanjikan bagi orang yang beribadah selama bulan puasa. Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ [وفي رواية]: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
"Siapa saja yang berpuasa ramadan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.” [dalam riwayat lain]: “Siapa saja yang menghidupkan malam hari bulan ramadan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni, "
Baca Juga: Apa Hukum Membatalkan Puasa Syawal karena Bertamu? Cek di Sini!
5.Menjaga konsistensi ibadah
Setelah bulan suci ramadan bukan berarti semua ibadah-ibadah di dalamnya terputus. Sebab umat muslim dianjurkan untuk tetap menjaga konsistensi ibadah tersebut. Sebagai contohnya yaitu dengan berpuasa sunnah syawal sebagai bukti konsistensi puasa yang sudah dilakukan selama ramadan.

Share this article
berikut lima keutamaan puasa sunnah Syawal yang dapat dilakukan oleh umat Muslim setelah Hari raya idul Fitri ini