AYOJAKARTA.COM – Ulama ahli tafsir Quraish Shihab menyebut bahwa salah satu kunci dalam menjalankan agama adalah pengetahuan. Di sisi lain, Tuhan memberikan toleransi yang luas bagi umatnya dalam melaksanakan keberagamaannya.
Pandangan itu disampaikan Quraish Shihab saat berbincang-bincang dengan Gita Wirjawan di kanal YouTube Gita Wirjawan yang diunggah pada 28 Desember 2022 bertajuk Prof Quraish Shihab: Benahi Hati, Baca Alam Raya | Endgame #112 (Luminaries).
Pernyataan penulis tafsir Al Misbach itu merupakan jawaban dari pertanyaan Gita Wirjawan.
“Bagaimana agar kita bisa memperbaiki keimanan, keislaman, dan keihsanan?” tanya Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan pada pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
“Jalan satu-satunya adalah pengetahuan. Mungkin setelah pengetahuan itu kita perlu juga keteladanan. Tidak ada nasihat yang lebih baik daripada nasihat kepada siapapun untuk menambah pengetahuan,” kata ulama alumnus Universitas Al Azhar, Mesirm itu.
Baca Juga: Nasihat Quraish Shihab: Di Era Media Sosial, Berlatihlah Membatasi Bicara
Baca Juga: 10 Pesan Cinta Kiai Maimoen Zubair: Nomor 7 Jangan Bersedih Kata Mbah Moen
Kemudian Quraish Shihab berkeyakinan dengan bertambahnya pengetahuan, manusia akan dapat mengakui kebenaran yang di luar jangkauan akal.
“Akal itu hebat, tetapi memiliki keterbatasan,” Quraish Shihab menegaskan.
Gita Wirjawan lantas bertanya tentang fenomena kekinian di mana orang beragama sepertinya kurang menggunakan nalar.
“Seringkali kita melihat orang yang mengklaim atau mendeklarasikan dirinya bahwa mereka beragama tapi kayak mereka gak bernalar,” tanya Gita Wirjawan.
Quraish Shihab menjelaskan bahwa dalam agama itu ada ketentuan yang terjangkau oleh nalar, ada yang tidak terjangkau oleh nalar. Lantas dia memberikan contoh tentang ketentuan rakat dalam shalat
“Itu (ketentuan rakaat) di luar jangkauan nalar. Tapi ada dalam kehidupan sosial itu dibutuhkan nalar. Tanpa nalar, tidak jalan. Jadi di sini agama membutuhkan nalar,” ungkap Quraish Shihab.
Kemudian Quraish Shihab mengulas tentang pandangan dari ulama besar Islam, Al Ghazali ketika membicarakan tuntunan dalam Islam.
Baca Juga: Ustad Adi Hidayat Beberkan Rumus Gampang Agar Rezeki Terus Bertambah Menurut Al Quran
Baca Juga: Usia Anda Sudah Memasuki 40 Tahun? Hati-hati Kalau Belum Punya 5 Hal Ini Kata Ustad Adi Hidayat
“Imam Ghazali memberi contoh tuntunan agama itu bagaikan matahari. Anda tidak bisa memahaminya karena Anda bisa silau dengan cahayanya,” kata Profesor Quraish.
“Perlu alat supaya melihat, tapi tidak silau. Kita perlu kacamata hitam. Nalar itu kacamata hitam yang menjadikan kita mampu membaca tanpa silau.”
Quraish Shihab kemudian mengingatkan ungkapan yang terkenal dalam Islam bahwa “tidak ada agama tanpa nalar.”
Dalam bincang-bincang #EndGame di kanal YouTube Gita Wirjawan itu juga Quraish Shihab memberikan pemahaman tentang agama dan keberagamaan.
“Agama itu sudah sempurna, keberagamaan itu pelaksanaan ajaran agama. Dan ini bisa berkembang terus karena penafsiran agama berkembang,” katanya.
Dengan begitu, katanya, merupakan sebuah kewajaran ketika terjadi perbedaan dalam pelaksanaan beragama dari masing-masing kelompok.
“Kalau kita sadar tentang ini, kita bisa mentoleransi orang yang berbeda penafsiran.”
Menurut Quraish Shihab, Tuhan memberikan toleransi yang begitu luar biasa sehingga kita bisa berbeda-beda.
“Tuhan tidak bertanya 5 + 5 berapa, karena jawabannya cuma 1, yakni 10. Yang Tuhan tanya, 10 itu berapa tambah berapa? Bisa 9 +1, bisa 2+8, 3+7, 6+4, atau 5+5. Itulah keberagamaan.” Begitu penjelasan Quraish Shihab.
Kalian yang ingin mengetahui bincang-bincang lengkap padangan Quraish Shihab di YouTube Gita Wirjawan, silakan akses LINK ini. Semoga mencerahkan.***

Share this article
Quraish Shihab menyebut, salah satu kunci dalam menjalankan agama adalah pengetahuan. Di sisi lain, Tuhan memberikan toleransi yang luas.