AYOJAKARTA.COM – Kambing, domba, sapi, kerbau dan hewan herbivora berkaki empat lainnya seperti unta merupakan jenis binatang kurban yang disembelih saat Idul Adha.
Menjadi salah satu jenis hewan kurban Idul Adha paling dominan di sejumlah wilayah Indonesia, daging kambing banyak diolah menjadi sejumlah penganan khas.
Saat Idul Adha, banyak masyarakat Indonesia mengonsumsi daging kambing dengan mengolahnya menjadi menu sate, tongseng, gulai dan sejenisnya.
Namun demikian, tak sedikit masyarakat yang justru merasa takut dan kuatir jika mengonsumsi daging kambing saat perayaan Idul Adha.
Kebanyakan masyarakat percaya bahwa daging kambing yang banyak beredar setiap perayaan Idul Adha bisa berdampak buruk pada kesehatan.
Banyak masyarakat yang meyakini kondisi tegang pada leher ataupun peningkatan tensi darah seringkali terjadi akibat mengonsumsi daging kambing.
Selain bisa mengakibatkan perubahan tekanan darah menjadi lebih tinggi, ancaman bahaya kolesterol juga membuat daging kambing kehilangan penggemar.
Padahal dalam sejumlah hadits telah dijelaskan, Rasulullah SAW merupakan sosok yang gemar mengonsumsi daging kambing.
Baca Juga: H-3 Idul Adha! Ini 3 Tips Mengolah Daging Kurban Agar Empuk dan Tak Bau
Dalam hadist yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW diketahui menyukai bagian lengan dari Kambing.
“Suatu ketika dihidangkan ke hadapan Rasulullah SAW semangkuk bubur dan daging, maka Beliau mengambil bagian lengan daging tersebut dan bagian itulah yang disenangi oleh Nabi Muhammad SAW,”
Berpijak pada hadist tersebut, bisa dipastikan bahwa di dalam daging kambing terdapat kebaikan yang bisa menambah rasa syukur kepada Allah SWT.
Anjuran Nabi Muhammad SAW tentang kebaikan pada daging kambing yang disampaikan ribuan tahun silam, diperkuat ilmu pengetahuan modern.
Melalui sebuah wawancara siniar, Dokter Tirta mengungkap bahwa daging kambing merupakan salah satu jenis daging merah yang mampu menekan angka kolesterol.
Adanya gejala tegang pada bagian leher seperti yang banyak dikeluhkan masyarakat, menurut Dokter Tirta disebabkan karena penggunaan bumbu kecap berlebihan.
“Yang menyebabkan daging kambing atau tongseng dan gulai menaikkan tensi adalah komponen garam dan kecapnya yang berlebihan,” jelas Dokter Tirta.
Baca Juga: Tak Sekedar Berbagi Daging, Ini 6 Keutamaan Berkurban Saat Idul Adha
Daging kambing yang banyak beredar setiap perayaan Idul Adha menurut Dokter Tirta memiliki kadar protein lebih tinggi daripada daging sapi.
Pengolahan menggunakan bumbu yang tepat dan mengonsumsi daging kambing yang tidak berlebihan justru banyak mendatangkan dampak baik bagi kesehatan.
“Daging kambing itu korban fitnah karena yang bisa menyebabkan kolesterol itu adalah bumbu, jeroan kambing, gajih dan teman-temannya,” jelas Dokter Tirta.***
Share this article
Ketahui fakta unik daging kambing yang melimpah saat Idul Adha, ternyata salah satu kuliner favorit Rasulullah.