AYOJAKARTA.COM - Update terkini kasus radioaktif Cs-137 yang terjadi di kawasan industri Cikande, Kabupaten Serang, Banten kini kembali menjadi sorotan.
Kasus paparan radiasi Cs-137 ini kini bahkan sudah mencapai tahap penyidikan.
Sebagai informasi paparan radiasi Cs-137 ini merupakan isototop radioaktif hasil fisi nuklir contohnya sisa reaktor nuklir.
Memancarkan radiasi beta dan gamma, Cs-137 ini dapat menyebar melalui udara, air, hingga media padat.
Baca Juga: Sebelum Beli, Penting Dicatat! Seri Hp Samsung Versi Terbaru yang Lebih Baik Dilewatkan
Lantas apa yang akan terjadi jika masuk ke dalam tubuh?
Radiasi Cs-137 bila masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dikonsumsi atau terkontaminasi permukaannya maka akan merusak jaringan hingga memicu kerusakan DNA dalam jangka panjang yang tentu meningkatkan risiko penyakit kanker.
Terkini, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyebutkan setidaknya 10 titik di Cikande sudah tercemar radioaktif Cs-137.
10 titik ini tersebar dan berada di kawasan industri hingga pemukiman warga.
Bahkan, salah satu titik terpapar radiasi hingga 875 ribu kali lipat radiasi ilmiah yang artinya seseorang yang orang yang berdiri di area dengan 87,5 mSv/jam bisa melampaui dosis tahunan pekerja radiasi hanya dalam waktu ±35 menit saja.
Dikutip ayojakarta.com dari situs resmi KLH, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) yakni Hanif Faisol Nurofiq selaku Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Radiasi Radionuklida Cs-137 akan melakukan proses dekontaminasi yang selesai pada Desember 2025, termasuk di area industri dan pabrik yang teridentifikasi.
Langkah ini diawali dengan tindakan dekontaminasi pada sepuluh titik utama yang terdeteksi, dengan target penyelesaian bertahap dalam waktu satu bulan.
Proses tersebut dilakukan dengan memastikan kondisi lingkungan tetap aman dan terkendali.
Secara paralel, penegakan hukum terus berjalan untuk menelusuri sumber radiasi yang diduga berasal dari limbah Cs-137 yang tidak semestinya berada di lingkungan.
Baca Juga: Numerologi 2025, Tren Baru Mengenal Diri Lewat Angka Kelahiran
Dari sisi hukum, pemerintah mendukung langkah aparat penegak hukum dalam melakukan penelusuran menyeluruh terhadap dua kemungkinan sumber kontaminasi, yaitu dari importasi scrap besi dan baja serta dari potensi kebocoran limbah penggunaan Cs-137 di sektor komersial.
Penyelidikan dilakukan dengan dukungan penuh dari BRIN dan BAPETEN agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
“Pemerintah telah menghentikan sementara rekomendasi impor scrap besi dan baja dari luar negeri hingga seluruh pihak terkait mampu memastikan sistem pengawasan dan fasilitas keamanan berjalan maksimal,” tegasnya.
Sebagai informasi kasus ini bermula pada bulan Agustus 2025 ketika Otoritas Amerika Serikat mendeteksi radiasi Cs-137 di produk udang beku asal Indonesia.
Udang roti beku (“breaded shrimp”) itu dikemas oleh PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods) di Indonesia.
Hasil pengujian dari Bapeten/ otonomi Indonesia menyebutkan konsentrasi Cs-137 sekitar 68,48 Bq/kg ± 8,25 Bq/kg dalam udang beku tersebut.
Hasil penyelidikan pun menyebutkan sumber berasal dari kawasan industri modern Cikande Serang, Banten.***

Share this article
Update terkini kasus radioaktif Cs-137 yang terjadi di kawasan industri CIkande, Kabupaten Serang, Banten kini kembali menjadi sorotan.