AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan tegas melarang ondel-ondel untuk ngamen.
Pramono berkomitmen mengembalikan ondel-ondel ke posisi terhormat yakni sebagai ikon budaya Betawi.
Diketahui ondel-ondel sendiri merupakan warisan budaya asli Betawai yang hingga kini masih terus dilestarikan.
Namun, banyak oknum yang menggunakan ikon budaya ini sebagai hal yang bukan semestinya.
Baca Juga: Fakta-fakta BBM BOBIBOS: Bahan Baku, Kelebihan hingga Potensi ke Pelosok Desa
Dalam hal ini, Pram berharap ondel-ondel tidak digunakan sebagai alat ngamen.
"Tapi ondel-ondel kita jual untuk menjadi suatu budaya campuran yang dimiliki oleh Betawi," ujar Pramono.
Selain itu, Pram juga mengatakan bahwa budaya Betawi punya karakter adaptif.
Termasuk tentang busana dan ornamen Betawi yang selalu cerah dan penuh warna.
Baca Juga: BNI Perkuat PBSI, Gregoria Tunjung Kembali Bersinar di Kumamoto Masters Japan 2025
Tentang Ondel-ondel
Warisan budaya Betawi, ondel-ondel ini adalah boneka raksasa yang menjadi ikon.
Biasanya, ondel-ondel ditampilkan berpasangan yakni laki-laki dan perempuan.
Hal ini bertujuan sebagai penolak bala dan penjahga kampung dari roh jahat.
Biasanya, ikon Betawai ini sering tampil di acara adat dan pesta rakyat yang diiringi musik tanjidor atau gambang kromong.
Hingga di era modern saat ini, ondel-ondel masih menjadi simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Betawi.***

Share this article
Gubernur Pramono Anung melarang ondel-ondel asli Betawi untuk dijadikan alat ngamen.