5 Alasan Penyebab PKS Tolak Raperda Penataan Wilayah Jakarta, Salah Satunya Ada Potensi Sengketa Pertanahan

Rapat Paripurna DPR. (Sumber: menpan.go.id)
Rapat Paripurna DPR. (Sumber: menpan.go.id)

AYOJAKARTA.COM - Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penataan Wilayah DKI Jakarta kembali memanaskan dinamika politik di Gedung DPRD Kebon Sirih.

Raperda yang mengatur pembentukan, perubahan nama, batas, hingga penghapusan kecamatan dan kelurahan ini dibawa ke Rapat Paripurna pada Rabu (19/11/2025).

Meski sebagian besar fraksi menyetujui, satu fraksi tegas menyatakan penolakan yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pemerintah Provinsi DKI menilai aturan ini krusial demi kepastian hukum serta tertib administrasi Jakarta.

Baca Juga: Sudah Lolos TKDN, Ini Spesifikasi Samsung Galaxy Tab A11 yang Segera Rilis di Indonesia

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa penetapan batas wilayah kini dilakukan dengan teknologi spasial digital lengkap dengan titik koordinat.

Seluruh peta batas diperlihatkan secara transparan melalui platform Jakarta Satu, hasil kolaborasi dengan Badan Informasi Geospasial (BIG).

Pemprov juga memadukan data kependudukan dari Dukcapil dengan data spasial Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Dengan dasar data yang akurat, pemerintah berharap layanan publik bisa menjangkau warga lebih cepat, merata, dan efektif.

Mayoritas fraksi melihat urgensi itu. Fraksi NasDem menegaskan bahwa Raperda ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

Baca Juga: BRI UMi Cetak Lonjakan Spektakuler! Tabungan Emas Sentuh 13,7 Ton, Minat Rakyat Meledak

Mereka mencontohkan masalah pelayanan di Tamansari dan Tambora: kelurahan tanpa Puskesmas, wilayah tanpa pos pemadam kebakaran, hingga akses transportasi umum yang menurun setelah penghentian mikrolet M-24.

Karena itu, penataan wilayah dinilai penting untuk memetakan kebutuhan publik berdasarkan kepadatan, beban layanan, dan kondisi sosial-ekonomi.

PDI-P ikut mendukung, namun mengingatkan bahwa aspek sejarah dan identitas lokal jangan sampai hilang bila terjadi perubahan nama atau batas.

Gerindra memberi catatan soal potensi konflik norma dengan aturan sebelumnya, seperti Keputusan Gubernur No. 3 Tahun 2004. Semua masukan ini akan dibahas lebih detail di tingkat komisi.

Baca Juga: Libur Nasional dan Cuti Bersama Desember 2025 Sesuai dengan SKB 3 Menteri, Ada Long Weekend

Mengapa PKS Menolak Raperda Penataan Wilayah?

Meski mayoritas fraksi menyetujui, Fraksi PKS menjadi satu-satunya penolak. Berikut alasan lengkap yang mereka sampaikan:

1. Belum ada urgensi kuat

PKS menilai penataan wilayah sebaiknya menunggu hingga status Jakarta sebagai DKJ berlaku sepenuhnya dan tidak lagi berstatus Ibu Kota. Ketidakpastian ini dianggap berisiko memicu kebingungan publik.

Baca Juga: BNI BEST Event 2025: ESG Playbook Diluncurkan untuk Bimbing Debitur Sawit

2. Beresiko mengganggu administrasi masyarakat

Perubahan kecamatan atau kelurahan otomatis berdampak pada KTP, KK, SIM, STNK, sertifikat tanah, hingga layanan perbankan dan logistik.

3. Potensi sengketa pertanahan

PKS menilai perubahan batas administratif bisa memunculkan masalah agraria baru, sebagaimana pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi dan Status Awas! Pemerintah Kabupaten Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 7 Hari

4. Tidak ada aspirasi dari warga

Dalam kegiatan reses, tidak ada masyarakat yang mengusulkan perubahan nama, batas, ataupun penghapusan wilayah.

5. Pertimbangan anggaran

Penataan wilayah baru memerlukan pembangunan kantor pemerintahan dan penambahan pegawai, sementara Jakarta sedang melakukan efisiensi akibat berkurangnya dana transfer pusat.

Dengan alasan-alasan inilah PKS memilih menolak Raperda Penataan Wilayah, meski pembahasannya tetap akan berlanjut di tingkat komisi.***

Baca Juga: Srikandi Care Dorong Perbaikan Gizi Ibu dan Anak di Desa Sarinagen

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# DKI Jakarta
# Raperda Penataan Wilayah Jakarta
# Raperda
# fraksi

Berita Terkait

News Update

Metropolitan

Sentil yang Sebut Harga Beras Mahal, Presiden Prabowo: Suruh Ikut Tanam Padi Sendiri

Tak berikan solusi, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan menohok bagi pihak-pihak yang menilai harga beras saat ini terlalu mahal.

Bisnis

Berkat Pelatihan dan KUR BRI, Usaha C'milzea Rosyidah Terus Berkembang

BRI mendukung Rosyidah mengembangkan usaha olahan hasil laut melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan KUR BRI.

Bekasi

Geram! MenPPPA Arifah Fauzi Pastikan Kawal Kasus Bocah 4 Tahun di Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan akan mengawal ketat proses hukum terhadap kasus bocah di Bekasi yang dianaya ibu tiri.

Metropolitan

Catat! Pemprov DKI Hentikan Sistem 'Open Dumping' di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Pemprov DKI Jakarta secara resmi akan mulai meninggalkan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta Selatan

Viral di Medsos dan Terekam CCTV, Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jaksel Didenda Rp500 Ribu!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah liar di wilayah Jakarta Selatan.

Metropolitan

Secara Bertahap, TPST Bantargebang Mulai Terapkan Sistem Controlled Landfill per 1 Agustus 2026, Apa Itu?

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap.

Metropolitan

Waspada Hujan Ringan di Jakut dan Jaksel, Simak Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu 19 Juli 2026

BMKG bagikan informasi seputar cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2026.

Viral

Fritz Hutapea Bongkar Borok Aspri Pertama Hotman Paris yang Kini Dituding Jadi Makelar Kasus

Anak kandung Hotman Paris Hutapea, Fritz Hutapea, tak segan untuk membongkar borok Benny Djannah atau Nurbaeny Janah.

Nasional

Mengenal Patris Yusrian Jaya, Calon Kepala Badan Pemulihan Aset yang Baru di Kejagung

Jaksa Agung usulkan Kajati DKI Patris Yusrian Jaya jadi Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi pada Juli 2026. Patris memiliki kekayaan Rp8,3 miliar berdasar LHKPN 2024.

Gaya Hidup

Lewat BRI Wellness Experience, BRI dan Plataran Indonesia Perkuat Ekosistem Wellness

BRI Gandeng Plataran Indonesia hadirkan BRI Wellness Experience, dukung gaya hidup sehat dan perkuat ekosistem wellness.

Nasional

Rekam Jejak Kuntadi, Pembongkar Kasus Harvey Moeis yang Kini Calon Kuat Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah

Jaksa Agung usulkan Kuntadi sebagai Jampidsus baru menggantikan Febri Adriansyah. Peraih Adhyaksa Award 2024 pembongkar kasus korupsi timah ini telah disetujui Presiden Prabowo pada Juli 2026.

Bisnis

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Atas Petugas Tenant Nitrogen Merokok di SPBU

Pertamina Patra Niaga tindak tegas petugas tenant nitrogen yang merokok di area SPBU demi menjaga standar keselamatan operasional.

Bisnis

Dukung Usaha Ekonomi Sirkular, Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi PNM

Menteri PPPA dan Kepala BPS apresiasi pemberdayaan PNM untuk usaha ekonomi sirkular yang terbukti dongkrak kemandirian ekonomi.

Gadget

Spesifikasi Red Magic 11S Pro, HP Gaming Snapdragon 8 Elite dengan Baterai Raksasa 7.500 mAh

Red Magic 11S Pro Rp22 juta ditenagai Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4,2 juta). HP gaming tanpa tompel ini bawa bodi transparan, sistem pendingin Aquacore kipas 24k RPM, serta baterai raksasa 7.500 mAh.

Teknologi

Bisa Disulap Jadi PC Desktop, Lenovo Legion Tab Gen 5 Andalkan Fitur Bypass Charging untuk Gamers

Lenovo Legion Tab Gen 5 jadi tablet gaming resmi terkencang dengan Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4 juta). Layarnya IPS 3K 165Hz, bawa fitur Bypass Charging, baterai 9000 mAh, dan bisa jadi PC desktop.

Metropolitan

Perbaiki Tata Kelola Sampah! Sistem Controlled Landfill di TPST Bantargebang Diterapkan per 1 Agustus 2026

Sistem controlled landfill ini akan dilakukan bertahap sebagai bagian dari transisi menuju penghentian praktik open dumping.

Jakarta Timur

Jemput Bola! Puskesmas Kramat Jati Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis di Pusat Perbelanjaan

Program yang berlangsung pada 17–18 Juli 2026 ini menjadi upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan konsep jemput bola.

Bisnis

BRI Taipei Branch Office Bersama KDEI Taipei Perluas Layanan Perbankan WNI

BRI Taipei Branch Office dan KDEI Taipei bersinergi perluas edukasi keuangan serta layanan perbankan bagi WNI di Taiwan secara aman.

Bisnis

Resmi! Jasa Marga Jadi Mentor Command Center Danantara Indonesia

Jasa Marga jadi mentor pengelolaan Command Center di Marketing Center of Excellence Danantara Indonesia untuk tingkatkan efisiensi BUMN.

Bisnis

Dana Rp400 Juta Raib di Labuha, Pengamat: Jangan Gegabah Salahkan Bank

Usut tuntas isu Rp400 juta hilang di Labuha. Pengamat ingatkan publik jangan gegabah tuduh bank sebelum perkaranya jelas dan terbukti.