AYOJAKARTA.COM- Curah hujan yang tinggi serta cuaca ekstrem yang terjadi di awal Januari 2026, dapat menyebabkan potensi bencana longsor di beberapa daerah di DKI Jakarta.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta membagikan sejumlah informasi terkait wilayah yang harus diwaspasai warga ibu kota, seperti dikutip ayojakarta.com dari Instagram resmi pada Jumat, 23 Januari 2026.
Prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.
Baca Juga: Upaya Atasi Banjir, SDA Kerahkan 536 Unit Pompa Portable hingga 3.880 Pasukan Biru!
Menurut informasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah-Tinggi, yaitu:
1. Kota Adm. Jakarta Barat, meliputi wilayah Kecamatan Kembangan.
2. Kota Adm. Jakarta Pusat, meliputi wilayah Kecamatan Menteng.
3. Kota Adm. Jakarta Selatan, meliputi wilayah Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan, Tebet.
4. Kota Adm. Jakarta Timur, meliputi wilayah Kecamatan Cakung, Cipayung, Ciracas, Duren Sawit, Jatinegara, Kramatjati, Makasar, Matraman, Pasar Rebo, Pulogadung.
Baca Juga: Penting! Perubahan Rute dan Koridor Pelayanan Transjakarta dan Mikrotrans Imbas Banjir
Pada Zona Menengah diketahui daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah.
Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.
Sementara pada Zona Tinggi disebut daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah.
Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.
Imbauan pun ditujukan kepada Lurah, Camat dan masyarakat untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal.***

Share this article
Curah hujan yang tinggi serta cuaca ekstrem yang terjadi di awal Januari 2026, dapat menyebabkan potensi bencana longsor di beberapa daerah di DKI Jakarta.