AYOJAKARTA.COM - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST Bantargebang yang berlokasi di Kota Bekasi kini telah memasuki usia 40 tahun.
Selama empat dekade mulai tahun 1986-2026, kawasan ini menjadi tulang punggung pengelolaan sampah Jakarta.
Bukan untuk dirayakan, tapi hanya ingin menggerakan kesadaran untuk mulai kurangi sampah dan pilah sejak dari sumbernya.
Selama 40 tahun sudah lokasi ini menampung sisa hidup jutaan manusia, mulai dari plastik, sisa makanan, dan limbah dari gaya hidup kita.
Baca Juga: Berapa Gaji Sopir MBG yang Diklaim Lebih Tinggi daripada Guru Honorer? Sehari Bisa Dapat Segini...
Tempat pembuangan sampah ini terus bekerja tanpa libur dan tanpa jeda.
Berikut ini adalah titik balik sejarah dari TPS Bantargebang
Namun, tak banyak yang tahu sebelum menjadi pusat pengolahan sampah, Bantargebang merupakan persawahan dengan aliran sungai yang menjadi ruang hidup masyarakat.
Di pertengahan 1980-an, jumlah harian sampah di Jakarta mencapai sekitar 2600 ton.
Kondisi ini lantas mendorong Pemprov DKI untuk menyiapkan lokasi pengolahan sampah skala besar.
Lalu di tahun 1986, Gubernur Jawa Barat saat itu adalah Yogie SM menyetujui izin lokasi pembebasan tanah di kawasan Bantargebang tersebut.
Pemberian izin inilah yang menjadi tonggak awal pembangunan fasilitas pengelolaan sampah yang kemudian mulai beroperasi resmi tahun 1989.
Seiring berjalannya waktu, Bantargebang berkembang menjadi TPST terluas di Indonesia dengan luas sekitar 108 hektar.
Saat ini, kondisi TPST sangat memilukan dengan gunungan sampah setinggi bangunan, tekanan lingkungan, risiko kesehatan, dan beban sosial bagi warga sekitar.
Semua ini bukan muncul secara tiba-tiba, tapi akibat akumulasi kebiasaan kita sendiri.
Dengan demikian, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengajak kita semua untuk bersama-sama mengurangi sampah, memilah sampah dari rumah, dan mendukung solusi berkelanjutan seperti bank sampah, TPS 3R, RDF Plant dan lainnya.***
Share this article
Selama empat dekade mulai tahun 1986-2026, TPST Bantargebang ini menjadi tulang punggung pengelolaan sampah Jakarta.