AYOJAKARTA.COM - Menjelang momen besar keagamaan tahun 2026, yakni mulai Imlek, Nyepi, Ramadan hingga Idul Fitri, biasanya diikuti dengan peningkatan kebutuhan bahan pokok.
Terkait hal ini Pemprov DKI Jakarta memastikan ketersediaan pangan di Ibu Kota dalam kondisi aman dan terkendali.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa stok bahan pangan dan harga pangan di ibu kota masih terjaga.
"Ketersediaan pangan untuk Ramadan dan juga Idulfitri di Jakarta, termasuk hari-hari besar lainnya, apakah itu Imlek atau Nyepi dan sebagainya, Jakarta dalam kondisi yang aman karena cadangannya mencukupi untuk itu," ujar Pramono.
Baca Juga: Dua Versi Salinan Ijazah Jokowi yang Ditunjukkan ke Publik untuk Pertama Kalinya, Apa Perbedaannya?
Di sisi lain, kata Pramono, Pemprov DKI juga telah melakukan beberapa langkah strategis guna menjaga inflasi tetap terkendali.
Upaya tersebut antara lain adalah monitoring rutin ketersediaan harga pangan, termasuk beras, daging, LPG 3 kg, serta penerapan early warning system terhadap harga-harga di Jakarta.
Pramono mengatakan jika hampir semua komoditas di Jakarta relatif terkontrol dengan baik.
Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak 'panic buying' terhadap stok bahan pangan khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
"Pemerintah DKI Jakarta menjamin bahwa ketersediaan bahan pangan maupun daging dan sebagainya, Jakarta adalah mencukupi," tegasnya.
Selain itu, Pramono mengatakan pihaknya telah melakukan intervensi melalui kegiatan pasar murah di berbagai titik di Jakarta untuk menekan gejolak harga bahan pangan.***

Share this article
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa stok bahan pangan dan harga pangan di ibu kota masih terjaga.