AYOJAKARTA.COM - Minat warga Jakarta terhadap transportasi publik gratis terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Transjakarta, mencatat jumlah pendaftar Kartu Layanan Gratis (KLG) pada tahun 2025 telah menembus angka 76,5 orang atau meningkat 143 persen dibanding tahun sebelumnya.
Capaian ini menjadi rekor tertinggi sejak program revitalisasi layanan inklusif diluncurkan.
Kenaikan signifikan ini didorong oleh semakin mudahnya proses registrasi dan bertambahnya armada bus yang ramah bagi kelompok prioritas di berbagai koridor utama maupun rute pengumpan (feeder).
Baca Juga: Hujan Deras Picu Genangan, Layanan Transjakarta Koridor 13 Molor hingga 1 Jam 20 Menit
Sejalan dengan kenaikan pendaftar KLG, proporsi ridership bertarif gratis pada pelanggan Transjakarta juga mengalami peningkatan dari 4,61 persen pada 2024 menjadi 6,05 persen pada 2025.
Terkait hal ini, Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza mengatakan kebijakan layanan gratis bagi kelompok masyarakat tertentu semakin tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya.
Selain itu Transjakarta juga berkomitmen untuk terus menghadirkan transportasi publik yang inklusif, aman, dan terjangkau bagi seluruh warga.
"Khususnya kelompok rentan dan yang membutuhkan dukungan mobilitas,” ujar Welfizon.
Baca Juga: Kronologi Tragedi KA Bandara Soetta vs Truk Trailer, Polisi: Badan Truk Terseret 100 Meter
Untuk diketahui, program KLG bagi 15 golongan masyarakat ini adalah bagian dari dukungan terhadap kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan keadilan sosial di sektor transportasi.
Ia menyampaikan jika Transjakarta akan terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem agar layanan KLG berjalan optimal serta tetap akuntabel.
Menariknya, dari 15 golongan penerima manfaat, kelompok lanjut usia (lansia) menjadi pengguna terbanyak yang memanfaatkan fasilitas ini.
Berikut data lima besar terbanyak pengguna layanan KLG Transjakarta pada 2025:
1. Penduduk Lanjut Usia sebanyak 14.350.750 perjalanan (57,38 persen).
2. Peserta Didik Pemegang Kartu Jakarta Pintar Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul sebanyak 3.526.432 perjalanan (14,10 persen).
3. ASN dan Pensiunan PNS Provinsi DKI Jakarta sebanyak 1.880.971 perjalanan (7,52 persen).
4. PJLP dan pegawai non-ASN Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebanyak 1.710.885 perjalanan (6,84 persen).
5. Penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa sebanyak 1.379.450 perjalanan (5,52 persen).
15 golongan penerima layanan Kartu Layanan Gratis Transjakarta:
1. Penduduk Lanjut Usia.
2. Peserta Didik Pemegang Kartu Jakarta Pintar Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul.
3. ASN dan Pensiunan PNS Provinsi DKI Jakarta.
4. PJLP dan pegawai non-ASN Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
5. Penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa.
6. Penyandang disabilitas.
7. Karyawan Swasta Pemegang Kartu Pekerja Jakarta.
8. Juru Pemantau Jentik, Pengurus Karang Taruna, Dasawisma, atau Pengurus Pos Pelayanan Terpadu.
9. Anggota Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
10. Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini.
11. Penerima Bantuan Sosial untuk Pemenuhan Kebutuhan Dasar bagi anak.
Baca Juga: H-2 Pendaftaran Mudik Gratis Dishub DKI Jakarta 2026: Link. Persyaratan hingga 7 Wilayah Tujuan!
12. Penduduk Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
13. Penjaga Rumah Ibadah.
14. Tim penggerak PKK dan kelompok PKK.
15. Veteran Republik Indonesia.***

Share this article
Proporsi ridership bertarif gratis pada pelanggan Transjakarta juga mengalami peningkatan dari 4,61 persen pada 2024 menjadi 6,05 persen pada 2025.