AYOJAKARTA.COM - DKI Jakarta bukan hanya sebagau pusat pemerintahan dan bisnis.
Tapi, di Jakarta juga banyak menyimpan jejak sejarah panjang perkembangan Islam di Nusantara.
Di balik hiruk-pikuk ibu kota, berdiri sejumlah masjid ikonik yang menjadi saksi dakwah, perjuangan, hingga harmoni budaya.
Di momen bulan suci Ramadan, masjid-masjid ini kembali hidup dengan lantunan ayat suci dan kebersamaan umat.
Baca Juga: BGN Klaim Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari Bukan Kebijakan Pemborosan, tapi untuk Mencegah...
Berikut lima masjid ikonik di Jakarta yang sarat nilai sejarah, dikutip dari majalah.jakita:
1. Masjid Istiqlal
Masjid Istiqlal berdiri megah di jantung kota Jakarta.
Masjid ini berdampingan dengan Gereja Katefral, yang mencerminkan semangat toleransi antarumat beragama.
Masjid terbesar di Asia Tenggara ini dirancang oleh Frederich Silaban dan diresmikan pada 1978.
Gagasannya lahir pasca kemerdekaan atas inisiatif Presiden Soekarno, sebagai simbol kebebasan dan persatuan bangsa.
Pembangunan berlangsung hampir dua dekade, menjadikan Istiqlal bukan sekadar masjid, tapi juga monumen kebangsaan.
Masjid ini berlokasi di JL. Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
2. Masjid Luar Batang
Terletak di kawasan pesisir Penjaringan, Jakarta Utara, Masjid Luar Batang berdiri sejak 1736.
Masjid ini dikenal sebagai pusat dakwah sekaligus tujuan ziarah.
Masjid ini dibangun oleh Al-Habib Husein bin Abubakar Alaydrus.
Hingga kini, makam beliau yang berada di kompleks masjid menjadi destinasi peziarah dari berbagai daerah.
Sejak masa kolonial, masjid ini juga menjadi ruang berkumpul masyarakat pesisir dalam menjaga identitas keislaman mereka.
Masjid Luar Batang berlokasi di JL. Luar Batang V, Penjaringan, Jakarta Utara.
3. Masjid Jami Angke Al-Anwar
Masjid yang juga dikenal sebagai Masjid Al-Anwar ini dibangun pada 1761.
Masjid ini menyimpan kisah akulturasi budaya yang kuat.
Dibangun oleh Tubagus Angke dan Pangeran Fatahillah, arsitekturnya memadukan unsur Jawa, Bali, Arab, Tionghia, dan Eropa.
Perpaduan gaya tersebut mencerminkan Batavia sebagai kota pelabuhan multikultural sejak berabad-abad lalu.
Kini, Masjid Jami Angke Al-Anwar telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.
Masjid ini berlokasi di Jl. Tubagus Angke, Angke, Tambora, Jakarta Barat.
4. Masjid Hidayatullah
Masjid Hidayatullah di kawasan Setiabudi ini berdiri sejak 1747 dan dikenal dengan kubah berundak yang khas.
Arsitekturnya mencerminkan pertemuan budaya Islam, Betawi, China, dan Hindu-Buddha.
Nama masjid ini diambil dari Pangeran Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, salah satu tokoh penyebar Islam di Jawa.
Masjid ini menjadi bagian penting dari narasi sejarah dakwah Nusantara.
Masjid Hidayatullah berlokasi di Jl. Karet Kuningan, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Hore! Tranportasi Umum Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Bakal GRATIS saat Hari Raya Idulfitri
5. Masjid Jami Assalafiyah
Masjid Jami Assalafiyah dipercaya dibangun pada 1619–1620 oleh Pangeran Jayakarta, menjadikannya salah satu masjid tertua di Jakarta.
Pada masanya, masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat penyebaran Islam dan markas perlawanan terhadap VOC.
Keberadaan masjid ini menjadi saksi perjuangan masyarakat lokal dalam mempertahankan agama dan kedaulatan wilayahnya.
Masjid ini berada di Jl. Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur.***

Share this article
Di balik hiruk-pikuk ibu kota DKI Jakarta berdiri sejumlah masjid ikonik yang menjadi saksi dakwah, perjuangan, hingga harmoni budaya.