AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta siap lakukan strategi antisipasi pencemaran udara ketika musim kemarau tiba.
Strategi yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, diketahui sudah dilakukan dalam beberapa tauhn yang lalu yakni peningkatan kualitas sistem pemantau kualitas udara hingga uji emisi kendaraaan bermotor.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Erni Pelita Fitratunnisa yang menyebutkan respons cepat penanggulangan pencemaran udara ini pernah dilakukan, namun di tahun 2024-2025 kualitas udara DKI membaik sehingga belum menjadi regulasi.
Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa 100 gedung di Jakarta sudah menerapkkan water mist untuk menekan polusi udara.
"Kami pasang water mist di beberapa gedung, sekarang sudah terpasang 100," ungkapnya.
Water mist merupakan sistem penyemprotan air dalam bentuk butiran sangat halus yang disemprotkan ke udara dari bagian atas gedung. Teknologi ini bekerja dengan menangkap partikel debu dan polutan di udara sehingga dapat membantu menurunkan konsentrasi pencemar udara di kawasan perkotaan.
Di Jakarta, pemasangan water mist umumnya dilakukan di atap atau sisi gedung tinggi agar semprotan kabut air dapat menyebar lebih luas ke udara sekitar, terutama saat kualitas udara menurun pada musim kemarau.
Sebagai informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan peringatan dini terkait musim kemarau di Indonesia yang akan lebih panjang dan lebih kering dibandingkan tahun 2025.
Prediksi BMKG awal musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada bulan April 2026 di sejumlah wilayah secara bertahap.***

Share this article
Pemprov DKI Jakarta siap lakukan strategi antisipasi pencemaran udara ketika musim kemarau tiba.