AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung buka suara terkait korban meninggal dunia akibat tragedi longsor sampah di Tempat Pengelolaan Sampah terpadu (TPST) Bantargebang pada Minggu, 8 Maret 2026 pukul 14.30 WIB.
Pramono Anung menyebutkan dirinya berduka atas tragedi tersebut.
Sebagai informasi, kejadian longsor sampah di Bantargebang tersebut terjadi di zona 4A yang diduga akibat hujan deras hingga menyebabkan tumpukan sampah menjadi licin dan mengakibatkan longsor.
Baca Juga: Kasus Longsor Sampah Bantargebang, Menteri LH Hanif Faisol: Kegagalan Kelola Sampah Selama 37 Tahun
Longsor sampah ayng terjadi tersebut bahkan menutup jalan operasional.
"Peristiwa longsor tersebut di zona 4A pada pukul 14.30 diduga dipicu oleh hujan ekstrem pada hari Minggu menyebabkan jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang 40 meter tertutup sampah," ujar Pramono dikutip ayojakarta,com pada Senin, 9 Maret 2026.
Akibat tragedi longsor sampah ini 4 korban dinyatakan meninggal dunia, terdiri dari 2 sopir truk, pemulung dan satu pedagang yang berjualan di lokasi.
Pemprov DKI Jakarta diketahui melakukan operasi tanggap darurat.
Sebanyak 19 ekskavator dan 7 ambulans dikerahkan untuk melakukan evakuasi korban.
Menurut pihak kepolisian, diduga korban total mencapai 10 orang, dan pencarian masih berlanjut.
Selain 4 korban meninggal, diketahui 2 sopir truk sinyatakan selamat.***

Share this article
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung buka suara terkait korban meninggal dunia akibat tragedi longsor sampah di TPST Bantargebang Minggu, 8 Maret 2026.