AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking revitalisasi dua pasar tradisional, yakni Pasar Gardu Asem Jakarta Pusat dan Pasar Kramat Jaya Jakarta Utara, Senin (6/4).
Proyek strategis ini ditargetkan rampung pada Maret 2027 dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas fasilitas perdagangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Langkah ini menjadi bagian komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memodernisasi 153 pasar tradisional di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya.
Pramono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Perumda Pasar Jaya yang saat ini mengelola 153 pasar.

"Dan saya menyetujui untuk beberapa pasar dilakukan revitalisasi, perbaikan, termasuk hari ini di tempat ini," ujar Pramono.
Menurut Pramono, pasar tradisional ini memiliki peran strategis untuk berbagai kegiatan masyarakat.
Salah satunya adalah sebagai pusat interaksi sosial dan ekonomi warga.
Oleh karena itu, Pramono benar-benar berharap revitalisasi dan modernisasi ini bisa dilakukan di seluruh pasar di ibu kota.
Bukan hanya dilakukan pada fisik bangunan, transformasi pasar ini juga diharapkan terjadi pada sistem transaksinya.

Transaksi yang dilakukan secara non-tunai, kata Pram, diyakini bisa mencegah adanya tindakan kriminal.
"Saya berharap betul cara pembayaran dengan digital yang telah kita lakukan dan kita lombakan dan alhamdulillah berhasil dengan baik pada waktu itu meningkat 47 persen transaksinya juga menjadi lebih baik," ungkapnya.
Langkah ini juga bisa menjadi role model kerja sama antara pemerintah daerah dan BUMD untuk menata pasar dan memberikan dampak positif ekonomi.
Perlu diketahui, pembangunan Pasar Kramat Jaya menggunakan dana sebesar Rp10,2 miliar, sedangkan untuk Pasar Gardu Asem sebesar Rp10,6 miliar.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, mengatakan pasar tradisional punya peran vital struktur sosial ekonomi dan kemandirian.
Oleh sebab itu, revitalisasi pembangunan kedua pasar ini dilakukan untuk meningkatkan layanan masyarakat, khususnya bagi para pedagang dan pembeli.***

Share this article
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap, proyek strategis ini ditargetkan rampung pada Maret 2027.