AYOJAKARTA.COM - PT MRT Jakarta (Perseroda) menjadwalkan groundbreaking proyek Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Dukuh Atas pada pertengahan tahun 2026.
Proyek yang menghadirkan jalur pedestrian unik berbentuk melingkar dengan julakan "Cincin Donat" ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat integrasi transportasi publik sekaligus menata kawasan pusat kota Jakarta agar lebih ramah pejalan kaki.
TOD Cincin Donat ini dirancang sebagai jalur sirkular yang menghubungkan berbagai simpul transportasi di kawasan Dukuh Atas, seperti MRT, LRT, KRL Commuter Line, hingga Transjakarta.
Proyek ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat integrasi transportasi publik sekaligus menata kawasan pusat kota Jakarta agar lebih ramah pejalan kaki.
Baca Juga: Resmi! Kebijakan Komdigi Wajibkan Verifikasi Wajah Biometrik untuk Nomor Hp Baru
“Saya targetkan paling lambat di pertengahan tahun 2026 bisa ‘groundbreaking’,” ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat.
Proyek ini juga dirancang untuk menjawab persoalan konektivitas di kawasan Dukuh Atas.
Seperti diketahui, empat sisi utama area tersebut belum sepenuhnya terhubung, yakni di sekitar Gedung PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Gedung Landmark Centre, koridor Jalan Kendal–Blora, dan Jalan Tanjung Karang.
Proyek ini nantinya akan berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 118 meter dan lebar kurang lebih 12 meter.
Sebagian area akan dijadikan sebagai fungsi komersial, lima meter dialokasikan untuk tenant atau pop-up store, dan tujuh meter sebagai jalur pejalan kaki.
Selain itu ada pula fasilitas pendukung seperti eskalator untuk mempermudah mobilitas pengguna.
Saat ini, proyek cincin donat masih berada pada tahap studi kelayakan dan perancangan.
Setelah tahapan ini selesai akan dilakukan dengan tahap pembiayaan.***

Share this article
Proyek Cincin Donat ini juga dirancang untuk menjawab persoalan konektivitas di kawasan Dukuh Atas.