AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melayangkan teguran keras kepada petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
Teguran ini disampaikan menyusul viralnya foto berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diklaim sebagai dokumentasi penertiban parkir liar di kawasan Kalisari.
Pramono menegaskan, penggunaan gambar hasil rekayasa tersebut tidak dapat dibenarkan karena tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap laporan kinerja harus berbasis fakta dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih lanjut, Pram meminta agar jajaran petugas PPSU bisa bekerja nyata di lapangan, tidak hanya berorientasi untuk menyenangkan pimpinan saja.
Bahkan, dengan tegas Pram mengatakan bahwa aksi ini mencoreng wajah ibu kota.
“Saya minta tidak boleh lagi hanya sekadar memberikan atau menyenangkan pimpinan, tetapi kerja riil di lapangan,” ujar Pramono dalam forum Town Hall Meeting di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Rabu (15/4).
Ia menilai jika kasus ini menjadi peringatan serius bagi seluruh jajaran pemerintah daerah.

Pram meminta agar seluruh jajaran pemda dapat memperbaiki pola kerja yang selama ini dinilai masih berorientasi administratif semata.
Ia juga mengatakan tidak ingin peristiwa ini terulang kembali di masa mendatang.
Pram juga menekankan, bahwa kinerja PSSU ini merupakan ujung tombak pelayanan publik.
Sehingga harus benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Bukan hanya sekadar laporan yang tampak baik di atas kertas.
Pemprov DKI Jakarta, kata Pram, juga akan melakukan pembenahan sistem dan tata kelola guna memastikan transparansi serta akuntabilitas kerja.***

Share this article
Pram meminta agar jajaran petugas PPSU bisa bekerja nyata di lapangan, tidak hanya berorientasi untuk menyenangkan pimpinan saja.