AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta terus mencari berbagai referensi global untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ibu kota.
Salah satunya dengan mempelajari keberhasilan Kota Cannes, Prancis, yang dinilai sukses menjadikan industri event dan festival internasional sebagai motor penggerak ekonomi kota.
Hal tersebut dilakukan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat melakukan pertemuan dengan Wakil Wali Kota Cannes, Thomas Pariente, di Hôtel de Ville de Cannes, Kamis (14/5) waktu setempat.
Dalam diskusi tersebut, Pemprov DKI menggali berbagai strategi yang diterapkan Cannes hingga mampu dikenal dunia melalui penyelenggaraan Cannes Film Festival yang telah berlangsung selama 79 tahun.

Rano mengatakan, Jakarta memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai kota penyelenggara event internasional apabila didukung dengan ekosistem industri kreatif, pariwisata, dan sumber daya manusia yang memadai.
Sementara Thomas menyampaikan bahwa Cannes Film Festival ini diselenggarakan The French Association of the International Film Festival di bawah kepemimpinan Iris Knobloch.
Menariknya, acara ini sukses memberikan dampak ekonomi besar bagi kota Cannes.
Bahkan hanya dalam waktu 12 hari saja, pelaksanaan festival ini perputaran ekonomi di Cannes bisa mencapai 216 juta euro atau sekitar Rp4,4 triliun.

“Kami bangga karena Cannes Film Festival merupakan festival terbesar ketiga di dunia setelah Olimpiade dan Piala Dunia FIFA. Kami juga beruntung karena festival ini digelar setiap tahun,” ujar Thomas.
Cannes juga berhasil menjadikan berbagai event internasional sebagai penggerak utama ekonomi kota.
Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan mulai dari sektor pariwisata, media, hospitality, dan industri kreatif.
Tak hanya memfasilitasi penyelenggaraan Cannes Film Festival melalui sejumlah venue utama, yakni Palais des Festivals et des Congrès.
Tapi, sepanjang tahun kota kecil di selatan Prancis ini juga kerap mengadakan festival musik selama lima hari dengan menarik pengunjung sekitar 15 ribu orang.
Event tersebut berhasil mendongkrak ekonomi hingga 160 juta euro atau setara Rp3,2 triliun.

Lebih lanjut, Rano berharap kerja sama ini tidak berhenti pada pada transfer pengetahuan saja.
Tapi juga dapat membuka peluang pasar konten serta pelatihan penyelenggaraan event internasional agar Jakarta dapat berkembang seperti Cannes.
“Ini luar biasa. Cannes bisa menjadi kota yang hidup dari industri event. Bahkan, 40 persen penopang ekonominya berasal dari sektor pariwisata. Ini juga harus dikembangkan di Jakarta,” ungkap Rano.
Ia juga mengetakan rencana ke depan Pemprov DKI, yang ia ingin mengembangkan talenta di bidang manajemen event seperti yang dilakukan Cannes.***
Share this article
Pemprov DKI menggali berbagai strategi yang diterapkan Cannes hingga mampu dikenal dunia melalui penyelenggaraan Cannes Film Festival.