AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya resmi mengintegrasikan sebanyak 7.314 kamera CCTV untuk #JagaJakarta.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sistem keamanan, pemantauan lalu lintas, hingga penanganan situasi darurat di ibu kota.
Program ini dilakukan guna menciptakan pengawasan kota yang lebih modern dan responsif.
Sistem pemantauan kota ini diperkuat melalui integrasi CCTV di berbagai titik strategis di Jakarta secara real-time.

Terdapat 7.314 titik CCTV di area publik berpotensi diintegrasikan.
Saat ini, ada 3.362 CCTV pada tahap awal yang bisa diakses langsung oleh Polda Metro Jaya dan Polri.
Rencananya, proses integrasi CCTV ini akan selesai pada akhir tahun 2026.
Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya menargetkan penambahan 16.781 CCTV pada 2027.
Sehingga totoal potensi CCTV yang akan diintegrasikan nantinya mencapai 24.095 titik.

Kebijakan ini dilakukan sesuai dengan implementasi Pergub No. 238/2015 tentang Kewajiban Penyediaan dan Pemasangan CCTV pada Bangunan Gedung.
Dengan adanya integrasi CCTV ini Jakarta semakin aman dan nyaman.
Kondinasi di lapangan dan penanganan juga bisa dilakukan dengan cepat.
Berikut ini lima keunggulan dari integrasi CCTV di DKI Jakarta:
- Memantau mobilitas warga

- Mengatur lalu lintas
- Mengawasi titik rawan banjir dan genangan
- Memantau pelayanan publik dan kebersihan kota
- Mencegah tindak kriminal.***
Share this article
Integrasi CCTV ini dilakukan untuk memperkuat sistem keamanan, pemantauan lalu lintas, hingga penanganan situasi darurat di Jakarta.