AYOJAKARTA.COM - Pertamina New & Renewable Energy atau Pertamina NRE rupanya mulai menyiapkan pengembangan ekosistem energi berbasis tebu sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada energi nasional.
Langkah ini sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia.
Petani tebu akan menjadi mitra strategis dalam rantai pasok bahan baku bioenergi, khususnya untuk pengembangan bioetanol yang dinilai memiliki potensi besar sebagai energi alternatif di Indonesia.

Pengembangan energi berbasis tebu ini diharapkan mampu membuka peluang terciptanya energi mandiri di berbagai daerah penghasil tebu, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian.
Rencana ini disampaikan oleh Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, dalam Rapat Kerja Nasional Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI).
Menurutnya, bioetanol punya potensi besar untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor bahan bakar.
Untuk menjalankan inovasi ini, yang menjadi aspek utama adalah ketersediaan feedstock.

Di mana molases atau tetes tebu saat ini jadi salah satu bahan baku penting dalam produksi bioetanol.
Oleh sebab itu, John mengatakan bahwa hubungan dengan petani tebu harus dijaga.
Sebab, dari situlah Indonesia bisa bisa mengembangkan energi nasional dengan feedstock bioetanol.
"Tantangannya adalah bagaimana menghadirkan bahan bakar nabati yang terjangkau, tetapi tetap memberikan nilai ekonomi yang baik bagi petani,” ujar John.

Di sisi lain, ia juga mengatakan pengembangan bioetanol di Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan dari sisi keekonomian serta kepastian pasar.
Ia menyebut langkah ini diperlukan sinergi dari berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem bioetanol yang berkelanjutan, mulai dari sektor hulu hingga hilir.***
Share this article
Langkah ini sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia.