AYOJAKARTA.COM - Kementerian Agama (Kemenag) meminta jemaah beragam informasi di media sosial terkait ibadah haji tidak cepat membagi informasi yang belum tentu valid.
Dir Bina Haji
Direktur Bina Haji Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Arsad Hidayat mengatakan informasi yang dibagikan ke media sosial biasanya cepat viral. Kondisi ini cepat menyebar ke Tanah Air sehingga bisa membuat panihlk keluarga jemaah haji.
"Tolong untuk jemaah tidak cepat share info kejadian di Arab Saudi," ujarnya saat Edukasi Media Center Haji (MCH) di Jakarta, Jumat 26 April 2024.
Baca Juga: 75.572 Visa Jemaah Haji Reguler Sudah Terbit
Dia mencontohkan, pada 2023 ada kejadian jemaah dari Kabupaten Luwu Sulawesi Utara tinggal di Madinah ada pemindahan hotel.
Akhirnya, jemaah itu marah dan sempat komunikasi petugas ternyata viral ke mana-mana. Padahal 30 menit sudah selesai karena ada solusi.
"Tapi terlanjur kirim ke teman dan grup Whatsapp. Nah ketika setiap orang punya grup lagi sampajkan ke banyak orang. Kalau infonya betul sih enggak apa-apa, kalau enggak ya bahaya," katanya.
Apalagi, kata dia, apabila ada permasalahan mengenai layanan sampaikan kepada ketua kloter atau PPIH (Petugas Penyelenggara Haji Indonesia).
"Edukasi kepada jemaah juga penting. Kalau ada masalah sampaikan saja. Saya kira salah satu upayanya adalah edukasi," ujarnya.***

Share this article
Kemenag mengimbau agar jemaah haji tidak sembarangan membagikan informasi di media sosial, ini alasannya.