AYOJAKARTA.COM - Kondisi arus balik Lebaran 2025 di jalur Pantura (Pantai Utara) Cirebon saat ini berada dalam situasi yang sangat padat dan memerlukan perhatian khusus dari pihak kepolisian.
Ribuan kendaraan bermotor dari berbagai jenis terlihat memadati ruas jalan dari arah Jawa menuju Jakarta, menciptakan antrian panjang yang hampir tidak bergerak di beberapa titik.
Petugas kepolisian dari Polres Kota Cirebon dengan sigap telah menerapkan langkah taktis berupa rekayasa lalu lintas dengan cara memanualkan seluruh rambu-rambu elektronik untuk memaksimalkan arus kendaraan.
Situasi terparah terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu (5/4/2025) di mana kemacetan di jalur Pantura khususnya di sepanjang Jalan Pemuda Kota Cirebon mencapai panjang hingga 2 kilometer.
Baca Juga: Menyerang Usai Lebaran! Ini Resep Obat Alami Atasi Diare Paling Manjur Bisa Buat di Rumah
Kondisi ini membuat pergerakan kendaraan menjadi sangat lambat dengan kecepatan rata-rata hanya 5-10 km/jam, sehingga membutuhkan waktu tempuh yang jauh lebih lama dari biasanya.
Berdasarkan data dan analisis yang dilakukan oleh pihak kepolisian Polres Cirebon Kota, sore hari ini terkonfirmasi sebagai puncak arus balik Lebaran 2025 di jalur Pantura.
Volume kendaraan telah meningkat secara drastis sejak tengah hari, dan terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Lonjakan jumlah kendaraan mulai terlihat signifikan sejak pukul 12.00 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 15.00-18.00 WIB.
Baca Juga: Karma Review Matikan Bisnis Orang, Codeblu Diblacklist Restoran Se-Jabodetabek
Peningkatan volume ini didominasi oleh kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor yang membawa pemudik kembali ke kota-kota besar seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan sekitarnya.
Pihak kepolisian telah mengerahkan puluhan personel tambahan untuk mengatur lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan, terutama di persimpangan besar dan pintu masuk tol.
Mereka juga telah menyiapkan posko-posko kesehatan dan bantuan darurat di sepanjang jalur Pantura untuk mengantisipasi keadaan darurat selama puncak arus balik ini.
Kepadatan lalu lintas di jalur Pantura Cirebon tidak hanya terjadi pada arus kendaraan dari arah Jawa menuju Jakarta, tetapi juga dari arah sebaliknya yang mengalami dampak tidak langsung.
Kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa, yang sebagian besar merupakan kendaraan angkutan umum khususnya bus berbagai ukuran, turut memperparah situasi kemacetan yang ada.
Penerapan sistem one way di beberapa ruas jalan tol telah mengakibatkan pengalihan arus lalu lintas ke jalur arteri Pantura, sehingga menambah beban kapasitas jalan yang sudah melebihi batas normal.
Petugas kepolisian terus melakukan upaya pengurangan kemacetan dengan memberlakukan pengaturan lalu lintas bergantian di persimpangan-persimpangan besar dan meminta bantuan petugas tambahan untuk mengatur arus kendaraan di jalur-jalur alternatif.
Kondisi ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga tengah malam, dengan kemungkinan penurunan volume kendaraan baru akan terlihat setelah pukul 22.00 WIB, ketika sebagian besar pemudik telah tiba di tujuan atau beristirahat di area peristirahatan.***
Share this article
Lonjakan jumlah kendaraan arus balik mulai terlihat signifikan sejak pukul 12.00 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 15.00-18.00 WIB.