AYOJAKARTA.COM--Gempa Jayapura terus berulang merupakan fenomena langka dan belum terpetakan.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan fenomena gempa Jayapura termasuk black swan earthquakes.
"Belum terpetakan (gempa Jayapura) dengan detil sumbernya, di luar prediksi para ahli, berdampak merusak dan membuat cemas masyarakat, peristiwa gempa yang langka. Jarang terjadi," kata Daryono seperti dikutip Ayojakarta.com dari Twitter pribadinya @DaryonoBMKG, Minggu 12 Februari 2023.
Meski demikian, Daryono meminta masyarakat jangan khawatir terhadap rentetan gempa Jayapura.
"Gempa Jayapura pasti akan selesai, itu earthquake sequence, multi fault aktif dan triggered off fault seismicity, pernah terjadi di Ambon-Haruku akhir 2019 sebyk 2500 lebih gempa terjadi, menteror dan beberapa bulan kemudian selesai karena akumulasi stresnya sudah rilis semua. Selesai. Kemudian aman," ujarnya.
Daryono menjelaskan gempa Jayapura mirip gempa Ambon-Haruku pada September 2019 dengan Magnitudo 6,5 diikuti 2.501 gempa susulan dan 292 gempa dirasakan warga.
"Awal 2020 teror gempa ini pun berakhir agau selesai, sampai sekarang aman," katanya.
Sebelumnya, sejak awal tahun 2023, Kota Jayapura sudah berulangkali diguncang bencana alam gempa bumi.
Bahkan, tak sedikit diantaranya yang merupakan gempa merusak dan dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Informasi terbaru berdasarkan catatan BMKG menunjukkan bahwa pada Jumat 10 Februari 2023, ada 7 gempa bumi dirasakan yang terjadi di wilayah Kota Jayapura.

Share this article
BMKG menyebut Gempa Jayapura terus berulang merupakan fenomena langka dan belum terpetakan. Kondisi ini mirip gempa di Ambon menurut Daryono