AYOJAKARTA.COM - Sidang tuntutan yang dijalankan untuk dua orang terdakwa yaitu Putri Candrawathi dan Richard Eliezer begitu banyak menyita perhatian publik, Rabu, 18 Januari 2023.
Meskipun dijalankan pada satu waktu yang sama, suasana berbeda terlihat dari ekspresi jaksa saat membacakan tuntutan.
Pakar Mikro Ekspresi Monica Kumalasari memberikan komentar mengenai perbedaan ekspresi antara jaksa saat membacakan tuntutan kepada Richard Eliezer dan Putri Candrawathi.
Monica Kumalasari menyebutkan bahwa meskipun jaksa membacakan tuntutan yang memberatkan namun secara psikologis mereka menyiratkan dukungan atau empati kepada Richard Eliezer.
"Dukungan mereka secara psikologis ini yang saya lihat dari rangkaian tadi, ini terasa sebetulnya walaupun mereka berusaha tampil secara kuat secara fair tapi bahasa verbalnya mereka menyampaikan dukungan atau empati apa yang diputuskan oleh mereka," ucap Monica Kumalasari, dikutip dari siaran MetroTV pada Kamis, 19 Januari 2023.
"Ketika publik menyatakan bahwa 12 tahun ini tidak cukup adil, mereka akhirnya juga berat untuk menyatakannya," lanjutnya.
"Ini adalah perasaan subjektif masing-masing individu jadi kita boleh beranalisa kita boleh berhipotesis jika mereka memiliki empati secara pribadi mereka memiliki perasaan yang sama terhadap apa yang dialami oleh Eliezer," tandasnya.
"Kesimpulannya mereka menyadari bahwa keputusan ini bukanlah keputusan yang dapat menyenangkan banyak pihak karena mereka juga tidak bisa menyenangkan tuntutan dari masyarakat," ucap Monica Kumalasari.
Monica Kumalasari kemudian membandingkan ekspresi yang ditunjukan antara saat membacakan tuntutan Putri Candrawati dengan Richard Eliezer.
"Suasananya lebih flat, tidak melibatkan emosi yang lebih ekspresif," ucap Monica.
"Ketika merespon putusan untuk Eliezer dan putusan untuk Putri Candrawathi, ketika putusan putri candrawathi kita tidak mendapatkan respon yang sama kepada tuntutan terhadap Eliezer," ungkap Monica Kumalasari.***

Share this article
Pakar Mikro Ekspresi Monica Kumalasari sebut jaksa berbeda ekspresi saat membacakan tuntutan Putri Candrawathi dan Richard Eliezer.