AYOJAKARTA.COM - Kader sekaligus Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni memberikan pandangannya mengenai kemungkinan dirinya maju dalam Pilgub Jakarta.
Dalam pernyataannya, Sahroni menegaskan bahwa keputusan maju sebagai calon Gubernur Jakarta sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum Partai NasDem.
"Sampai hari ini, ketua umum belum bertanya secara pribadi kepada saya terkait Pilkada Jakarta," ujar Ahmad Sahroni dikutip ayojakarta.com dari YouTube KOMPASTV, Sabtu (29/6/2024).
Ia menjelaskan bahwa tanpa arahan langsung dari ketua umum, dirinya belum bisa berandai-andai mengenai kemungkinan pencalonannya.
Namun, Sahroni menegaskan bahwa sebagai kader partai, dirinya siap mengikuti perintah dari ketua umum.
"Kalau ketua umum menyampaikan secara langsung untuk maju, ya mau tidak mau saya harus maju. Itu prinsipnya, sebagai kader tidak bisa menolak perintah ketua umum," tegasnya.
Secara pribadi, Sahroni mengaku lebih senang bekerja di DPR.
"Kalau pribadi, saya lebih senang di DPR. Tapi, sebagai kader yang wajib mengikuti perintah ketua umum, ya harus siap," tambahnya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan berduet dengan Anies Baswedan, Sahroni merespons dengan bercanda.
"Oh gua jadi wagubnya, ih kagak mau!," katanya pendek.
Sahroni juga mengakui bahwa jika harus bersaing dengan Ridwan Kamil di Jakarta, ia optimis menang.
Baca Juga: Paket AMAN yang Ditawarkan PKS di Pilgub Jakarta Dianggap Bahaya, Analis Politik: Terlalu Naif
Sebaliknya bila dicalonkan di Jabar ia merasa tak akan menang.
"Kalau di Jawa Barat lawan Ridwan Kamil, pasti gua kalah. Tapi kalau di Jakarta, no way," katanya yakin.
Sementara itu, dukungan kepada Anies Baswedan semakin kuat setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara resmi mengumumkan dukungannya.
PKS diketahui memasangkan Anies Baswedan dengan kadernya sendiri, Sohibul Iman.***

Share this article
Begini tanggapan Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni ketika ditanya soal maju di Pilgub Jakarta.