AYOJAKARTA.COM -- Mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus eks Menteri Pendidikan, Anies Baswedan batal melenggang maju ke Pilkada Jakarta pada tahun 2024 ini.
Eks Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies Baswedan batal melenggang maju ke Pilkada Jakarta pada tahun ini karena partai-partai yang mengusung dirinya dulu malah memilih untuk bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Diketahui, koalisi KIM Plus merupakan koalisi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang saat ini mengusung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur dan Suswono sebagai calon wakil gubernur di Pilkada Jakarta 2024.
Melihat Anies Baswedan gagal untuk melenggang ke Pilkada Jakarta 2024, kini muncul gerakan baru yang viral di media sosial.
Gerakan yang viral di media sosial tersebut adalah gerakan yang bertemakan ‘Anak Abah Tusuk Tiga Paslon’ atau golput. Dengan gerakan tusuk tiga paslon tersebut membuat surat suara pada pemilihan menjadi tidak sah.
Hal tersebut diduga dibuat oleh para pendukung Anies Baswedan atau yang sering disebut anak abah. Gerakan tersebut dibuat atas dasar rasa kecewa para pendukung eks Gubernur Jakarta tersebut karena jagoannya batal untuk maju ke Pilkada Jakarta 2024.
Viralnya gerakan ‘Anak Abah Tusuk Tiga Paslon’ tersebut menjadi sorotan banyak orang, salah satunya Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani.
Ahmad Muzani menyampaikan bahwa demokrasi adalah pilihan yang memberikan kebebasan pemilih untuk menentukan pilihannya.
“Demokrasi adalah pilihan yang memberi kebebasan kepada para pemilih dalam hal ini rakyat untuk menentukan pilihannya” ucap Sekjen Partai Gerindra, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube KOMPAS TV, pada Sabtu 14 September 2024.
“Dan pilihan rakyat akan menentukan masa depan bagi satu daerah kalau itu pemilihan kepala daerah” sambungnya.
“Karena itu setiap pemilihan yang dipilih oleh pemilih dalam hal ini rakyat terhadap pilihannya kami sangat menghormati kami sangat menjunjung tinggi karena kami berkeyakinan siapapun pilihannya, apapun yang dipilih itu adalah kata hati yang diungkapkan melalui kotak suara” ucapnya.
Karena hal itu, Sekjen Partai Gerindra tersebut sangat berharap untuk apapun upaya yang dilakukan dengan cara kesadaran yang tinggi, upaya yang dilakukan dengan harapan akan terciptanya pemimpin yang lebih baik.
Ia juga memberikan komentar upaya untuk golpot pada tanggal 27 November 2024 mendatang itu tidak dilakukan karena merupakan hal yang sia-sia.
“Karena itu kami berharap upaya untuk menentukan masa depan Jakarta adalah upaya yang dilakukan dengan cara kesadaran yang tinggi upaya yang dilakukan dengan harapan akan terciptanya pemimpin yang lebih baik” ujar Ahmad Muzani.
Baca Juga: Gagal Maju Pilkada Jakarta 2024, Kemana Pendukung Anies Baswedan Akan Berlabuh? Ini Kata Pengamat
“Karena itu kami berharap, bersepakat hak pilihnya pada Rabu 27 November 2024 yang akan datang upaya untuk melakukan Golput atau dengan cara apapun yang dianggap tidak mensahkan suara menurut saya hanya upaya sia-sia yang tidak akan menentukan masa depan Jakarta yang lebih baik” sambungnya.

Share this article
Melihat Anies Baswedan gagal melenggang ke Pilkada Jakarta 2024, kini muncul gerakan baru yang viral di media sosial, ini kata Gerindra.