AYOJAKARTA.COM – Salah satu muatan sosialisasi yang dimiliki oleh tiga paslon cagub-cawagub dalam ajang Pilkada Jakarta adalah meneruskan program Anies Baswedan.
Oleh ketiga paslon cagub-cawagub peserta Pilkada Jakarta, sosok Anies Baswedan dianggap berhasil membawa perubahan besar bagi warga Jakarta.
Namun komitmen dari para paslon untuk melanjutkan program Anies Baswedan, oleh sebagian kalangan justru dinilai sebagai upaya meraih suara dalam Pilkada Jakarta.
Sebagaimana telah menjadi pengetahuan bersama, dalam sejumlah survei nama Anies kerap menempati urutan pertama sebagai figur paling potensial menempati kursi DKJ 1.
Meski memiliki potensi elektabilitas pada urutan teratas, nama Anies justru dipastikan absen dalam surat suara Pilkada Jakarta.
Sehubungan dengan adanya anggapan masyarakat terkait program Anies sebagai upaya mendongkrak elektabilitas, juru bicara pasangan Rawon memberi tanggapan.
Menurut Angki Yudista, komitmen yang ditunjukkan oleh pasangan Ridwan-Suswono untuk melanjutkan program Anies bukan karena persoalan elektabilitas.
Selain komitmen melanjutkan program Anies, pasangan Rawon juga belajar banyak mengenai program unggulan dari sejumlah Gubernur pendahulu.
Sehingga bukan saja komitmen untuk melanjutkan program Anies, pasangan Rawon juga berkomitmen memberi apresiasi terhadap para mantan Gubernur.
“Dari beliau menjadi gubernur, qalikota, itu selalu mengapresiasi pemimpin-pemimpin sebelumnya,” jelas Angki, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews pada Jumat, 13 September 2024.
Baca Juga: Kubu Ridwan Kamil-Suswono Pastikan Program Ahok-Anies Dilanjutkan Jika Menang Pilgub Jakarta 2024
Angki menambahkan, program yang kompatibel dan berjalan di tengah masyarakat merupakan warisan kebaikan sehingga perlu dilanjutkan.
Tidak jauh berbeda dengan pasangan Rawon, Chico Hakim selaku jubir Pramono-Rano menyebut bahwa Anies merupakan figur yang sukses memimpin Jakarta.
Sehingga perubahan status dari Daerah Khusus Ibukota atau DKI menjadi Daerah Khusus Jakarta atau DKJ, memerlukan sejumlah terobosan.
Menyikapi kompleksitas permasalahan yang terjadi pada DKJ di masa depan, Chico menilai perlunya beradaptasi dengan kebutuhan kekinian.
Salah satu penghubung antara kebutuhan masa depan dengan kondisi hari ini adalah sistem transportasi yang sudah terintegrasi, sebagaimana diwarisi Anies.
“Tentunya tidak semua program bisa aplikatif untuk masa depan, tapi kita tidak bisa mendebat bahwa Jaklingko itu program yang baik,” tegas Chico.
Di samping kedua paslon cagub-cawagub hasil kolaborasi parpol, komitmen untuk meneruskan program Anies juga ditunjukkan oleh pasangan Dharma-Kun.
Terkait dengan antusiasme paslon cagub-cawagub yang ingin mewarisi program Anies, pakar komunikasi politik Prof. Ibnu Hamad memberi pernyataan.
Menurut Ibnu, substansi politis pernyataan para jubir masing-masing paslon merupakan sebuah indikasi untuk bisa mendapatkan suara dari pendukung Anies.
“Ada bahasa sederhana yang mengatakan bahwa politik itu adalah siapa mendapatkan apa, bagaimana dan kapan,” ungkap Ibnu. ***

Share this article
Program Anies Baswedan, oleh sebagian kalangan justru dinilai sebagai upaya meraih suara dalam Pilkada Jakarta.