AYOJAKARTA.COM – Calon Gubernur Nomor Urut 3, Pramono Anung baru-baru ini blusukan ke Pasar Munjul, Cipayung, Jakarta Timur pada Kamis (17/10/2024).
Dalam kunjungannya, Pramono mendatangi satu per satu kios untuk mendengar keluhan para pedagang.
Salah satu yang menjadi keluhan para pedagang di Pasar Munjul adalah revitalisasi pembangunan pasar yang mandek.
Diketahui, mandeknya revitalisasi pembangunan Pasar Munjul telah berlangsung lama yaitu sekitar sembilan tahun.
Pramono Anung mengatakan pembangunan Pasar Munjul sempat terkendala persoalan hukum.
Namun, Pramono Anung tak membeberkan secara rinci persoalan hukum apa yang menyebabkan revitalisasi pembangunan mandek.
Menurutnya, jika ada permasalahan hukum terkait pembangunan maka seharusnya segera diselesaikan.
Mantan Sekretaris Kabinet itu juga menekankan tak seharusnya pembangunan pasar berhenti begitu saja.
“Karena pembangunan pasar ini persoalannya kan dulu karena diduga ditemukan ada persoalan hukum. Kalau memang ada persoalan hukum ya diselesaikan. Tetapi, pembangunan pasarnya nggak boleh berhenti seperti ini,” kata Pramono Anung dikutip ayojakarta.com dari YouTube TV One News, Jumat (18/10/2024).
Tak hanya itu, para pedagang juga mengeluhkan retribusi yang mengalami kenaikan cukup tinggi.
Pramono menilai kenaikan retribusi tersebut sangat memberatkan para pedagang di pasar tersebut.
Untuk mengatasi hal ini, Pramono berjanji akan mendalami serta mengevaluasi kenaikan retribusi.
Baca Juga: Blusukan ke Kampung Pancoran, Ridwan Kamil Janji Alokasikan Dana untuk Penghijauan
Kebijakan tersebut nantinya akan ditinjau kembali jika ia terpilih menjadi Gubernur Jakarta.
Selain itu, ia juga akan mengatasi mangkraknya pembangunan Pasar Munjul demi memenuhi harapan rakyat.
“Retribusinya harus ditunjuk kembali, harus fair lah. Kalau dalam kondisi begini sangat mencekik sekali. Tadi saya termasuk melihat ada ibu-ibu yang pasarnya jualan baju anak-anak yang sudah terlalu lama, pasti sudah out of date,” tutupnya.***

Share this article
Pramono Anung janji akan tinjau ulang revitalisasi dan retribusi saat blusukan ke Pasar Munjul, Jaktim.