AYOJAKARTA.COM – Pendidikan merupakan salah satu faktor penting yang membuat seseorang keluar dari kemiskinan.
Sayangnya, ada banyak perempuan yang tidak memilih melanjutkan pendidikannya karena berbagai pandangan.
Salah satunya adalah perempuan dalam banyak hal diposisikan berada di dalam rumah dan tidak perlu berpendidikan tinggi.
Perempuan dianggap tidak perlu untuk memiliki pendidikan tinggi karena posisinya akan lebih banyak menjadi istri.
Bahkan, ada pula pandangan dimana pendidikan tidak penting karena perempuan harus cepat menikah.
Namun, ada pula penyebab mengapa perempuan tidak bisa mengenyam pendidikan tinggi, yaitu karena ketidakmampuan ekonomi.
Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat pendidikan yang ditamatkan oleh Kepala Rumah Tangga (KRT) Perempuan pada tahun 2023.
Dikutip dari laman jakarta.bps.go.id, Jumat (1/11/2024), pendidikan KRT Perempuan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi status kemiskinan anak.
Kepala rumah tangga perempuan di tahun 2020, persentase anak miskin sebesar 16,84 persen, sementara rumah tangga dengan kepala rumah tangga laki-laki sebesar 12,97 persen.
Angka kemiskinan anak pada rumah tangga KRT perempuan dapat disebabkan oleh anggapan bahwa perempuan dianggap sebagai masyarakat kelas dua.
Sehingga, kemungkinan perempuan hidup dalam kemiskinan akan lebih tinggi dibandingkan laki-laki
Baca Juga: Punya Bobot Capai 60 Persen, Intip Bocoran Kisi-kisi SKB CPNS 2024 di Sini...
Berikut rincian persentase kepala rumah tangga berdasarkan jenis kelamin dan pendidikan tinggi yang dimiliki pada tahun 2023.
1. Tidak Punya Ijazah SD
Laki-laki + perempuan: 4,00 persen
Perempuan: 8,51 persen
Laki-laki: 3,31 persen
2. Perguruan Tinggi
Laki-laki + perempuan: 17,99 persen
Perempuan: 13,85 persen
Laki-laki: 18,62 persen
3. SMA Sederajat
Laki-laki + perempuan: 49,33 persen
Perempuan: 34,21 persen
Laki-laki: 51,64 persen
Baca Juga: 9 Jenis Tes di SKB CPNS 2024 Non CAT BKN, Ada Kesegaran Jasmani!
4. SMP Sederajat
Laki-laki + perempuan: 16,68 persen
Perempuan: 20,06 persen
Laki-laki: 16,17 persen
5. SD Sederajat
Laki-laki + perempuan: 12,00 persen
Perempuan: 23,37 persen
Laki-laki: 10,26 persen.
Dari data diatas, dapat diketahui masih banyak KRT perempuan yang tidak memiliki ijazah SD, berbeda dengan KRT laki-laki.
Tidak memiliki ijazah SD dapat diartikan bahwa tidak pernah mengenyam pendidikan sama sekali atau tidak sampai tamat.
KRT perempuan yang memiliki ijazah SD dan SMP jauh lebih tinggi dibandingkan dengan KRT laki-laki, dengan KRT perempuan yang memiliki ijazah SD sebesar 23,37 persen dan SMP 20,06 persen.
Sedangkan, KRT perempuan yang memiliki ijazah SMA lebih rendah dibandingkan KRT laki-laki, yaitu hanya 34,21 persen.
Sama halnya dengan KRT perempuan yang memiliki ijazah perguruan tinggi sebesar 13,85 persen, angkanya lebih rendah dibandingkan laki-laki dengan angka 18,62 persen.***
Share this article
pendidikan KRT Perempuan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi status kemiskinan anak, menurut BPS ini jenjang pendidikan...