AYOJAKARTA.COM - Beberapa hari yang lalu terjadi pencurian di lokasi Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
Akibat dari peristiwa tersebut, satpam yang bertugas menjaga keamanan Ancol turut mengejar dan setelah ditemukan, satpam menganiaya maling hingga tewas.
Peristiwa satpam menganiaya maling hingga tewas tersebut terjadi pada Sabtu 29 Juli 2023 siang.
Tindakan satpam yang menganiaya maling hingga tewas tersebut mengakibatkan Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol, Ariyadi Eko Nugroho mengambil sikap tegas.
Baca Juga: Ramai Rocky Gerung Mengumpat Kasar kepada Jokowi, Gibran Rakabuming: Ya Pak, Maaf Saya Salah
Pihaknya menyebut telah menindaklanjuti persoalan terkait satpam yang menganiaya maling hingga tewas tersebut.
Disebutkan bahwa keempat satpam tersebut kini telah dipecat dari pekerjaannya.
Dijelaskan satpam tersebut ternyata hanya tenaga ahli daya yang berasal dari perusahaan outsourcing.
"Pelaku sudah tidak lagi bertugas di Ancol," sebut Ariyadi Eko Nugroho dikutip ayojakarta.com dari suara.com, Rabu (2/8/2023).
Baca Juga: Panji Gumilang Resmi Jadi Tersangka Penistaan Agama, Tak Langsung Ditahan
Pihaknya juga tidak membenarkan tindakan menganiaya hingga tewas yang diambil oleh keempat satpam tersebut.
Seharusnya jika memang terjadi pencurian dan diduga maling, maka dapat diselesaikan dengan cara yang lebih humanis.
Ariyadi Eko Nugroho juga turut meminta maaf kepada semua pihak atas kejadian tersebut.
Terkait kasus satpam yang menganiaya maling tersebut sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dapat ditindaklanjuti secara hukum.
Kanit Reskrim Polsek Pademangan, Iptu I Gede Gustiyana menyebutkan bahwa keempat satpam tersebut telah ditangkap.
Keempat satpam yang terlibat dalam kasus penganiayaan maling ini masing-masing berinisial P (35), H (33), K (43) dan S (31).
Sementara korban aniaya yang diduga maling tersebut bernama Hasanuddin dan berumur 43 tahun.
Baca Juga: Gratis Sebulan! Sambut HUT DKI Jakarta ke-496 dengan Liburan ke Ancol, Bagaimana Caranya?
Untuk kronologis kejadiannya, saat itu salah satu sekuriti sedang melakukan patroli dan kemudian melihat pelaku mencurigakan yang diduga ingin melakukan pencurian.
Namun saat diamankan oleh sekuriti, tidak ada temuan terkait barang bukti sehingga pelaku menganiaya agar korban dapat mengaku.
Diduga korban penganiayaan adalah salah satu residivis atau yang suka melakukan tindak pidana pencurian HP atau dompet dalam bus atau tempat umum lainnya.
Artikel ini telah tayang di suara.com dengan judul Aniaya Terduga Maling hingga Tewas, Ancol Pecat Empat Sekuritinya.***

Share this article
Lakukan penganiayaan kepada terduga maling hingga tewas, empat satpam Ancol akhirnya dipecat. Begini kronologi lengkapnya.