AYOJAKARTA.COM - Febri Diansyah, eks KPK yang kini juga menjadi pengacara Putri Candrawathi mengabarkan jika dirinya sudah mengunjungi rumah Magelang.
Dirinya menelisik sudut-sudut rumah yang menjadi lokasi awal insiden yang memicu amarah Ferdy Sambo.
“Sebagai gambaran, rumahnya seperti rumah klaster yang lingkungannya juga tidak begitu banyak rumah di sana,” jelas Febri, pada Kamis (6/10/2022).
Lalu Febri menjelaskan situasi yang terjadi pada 7 Juli 2022 yang disebut-sebut menjadi cikal-bakal pembunuhan Brigadir J.
“Peristiwa itu terjadi di lantai 2, ada 2 kamar, kamar Bu Putri dan kamar anak. Di depannya itu ada gang kecil dan sudah ada kamar mandi,” jelas Febri dikutip dari suara.com.
“Apa yang terjadi di kamar mungkin sekarang hanya bisa diverifikasi dari satu keterangan, Bu Putri, dan asesmen psikologi,” sambungnya.
Namun gambaran peristiwa yang terjadi di rumah Magelang masih bisa diverifikasi lewat hal-hal yang disaksikan di luar kamar.
Menurut Febri, di sana pula Putri Candrawathi ditemukan dalam kondisi setengah pingsan.
“Apa yang terjadi di luar kamar, ketika Bu Putri berada dalam keadaan setengah pingsan pada saat itu, tersandar di dekat kamar mandi di sebelah pakaian kotor, itu terverifikasi dengan keterangan setidaknya dua orang saksi,” tutur Febri.
“Jadi apapun yang terjadi di kamar itu, dugaan adanya dampak terhadap posisi Bu Putri yang setengah pingsan di luar kamar di dekat kamar mandi, itu menjadi catatan kami,” lanjut Febri.
Mari Kita Kawal Bersama Febri dan rekan-rekan kuasa hukumnya yang lain, ikut memperhatikan sejumlah situasi yang terjadi di lantai bawah rumah Magelang.
“Jadi peristiwa di tanggal 4 juga menjadi perhatian kami, ketika Bu Putri di lantai bawah, begitu juga peristiwa di tanggal 7,” ungkap Febri.
Meski begitu, Febri tidak berkenan menyampaikan kesimpulan mengenai apa yang terjadi di rumah Magelang.
“Mungkin terlalu dini kalau kesimpulan itu saya sampaikan sekarang karena ada proses persidangan, di mana kita akan menguji fakta-fakta tersebut,” ujar Febri.
Tapi yang pasti rangkaian keterangan saksi, rangkaian petunjuk, itu menjadi aspek faktual yang menjadi fokus kami untuk ditelusuri lebih jauh,” sambungnya.
Febri juga tak berkenan membuka detail pengakuan yang disampaikan istri Ferdy Sambo itu kepadanya.
Namun ia juga tak mau mengaitkannya dengan pernyataan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, yang menyebut motifnya hanya patut didengar orang dewasa.
Putri Candrawathi Bongkar Posisi dan Gayanya Setelah Dilempar Brigadir J: di Atas Tumpukan Baju Kotor
Begitu pula dalam BAP, Putri Candrawathi kekeh bahwa dirinya mengalami pelecehan yang dilakukan Brigadir J.
Bripka RR alia Rizky Rizal, salah satu tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J mengungkap hal mengejutkan tentang Putri Candrawathi, ia mengatakan adanya adegan tikar saat di Magelang.
Adapun adegan tikar yang dimaksud oleh Bripka RR adalah saat dirinya tidur di kamar lantai satu bersama Kuat Maruf alias Om Kuat.
Baca Juga: Link Tes Ujian Mencintai Diem-Diem yang Viral, Udah Siap Jadian?
Saat bersama dengan Kuat Maruf itu, Bripka RR mengaku tidak berani bertanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi antara dia, Brigadir J dan Putri Candrawathi.
Mengutip dari kanal YouTube Uncle Wira, dari pengakuannya Bripka RR mengatakan jika sempat diminta oleh Putri Candrawathi untuk memanggil Brigadir J ketika mereka berada di Magelang.
Sebab diketahui sebelumnya Brigadir J tidak ingin bertemu dengan istri Ferdy Sambo itu.
Kemudian Bripka RR juga mengaku jika dirinya menyaksikan Putri Candrawathi menangis di kamar mandi.
Namun Bripka RR tidak mengetahui pasti apa yang menyebabkan Putri Candrawathi menangis di kamar mandi.
Hingga saat ini Putri Candrawathi masih bersikukuh dan mengaku jika dirinya menjadi korban pelecehan seksual oleh Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Baca Juga: Identitas Bjorka Asal Indonesia Terbongkar? Grammarnya Disebut Berantakan
Dalam BAP, Putri Candrwathi menceritakan kejadian yang ia alami saat berada di Magelang.
Pada 7 Juli 2022, sekitar pukul 18.00 sampai 19.30 WIB, saat itu Brigadir J dipanggil ke kamar Putri Candrawathi.
Istri mantan Kadiv Propam itu kemudian mengatakan kepada Brigadir J bahwa dirinya tidak sehat.
Namun saat itu Putri mengaku jika Brigadir J memaksanya untuk bangun dan berjalan ke arah pintu.
Kemudian saat itu Brigadir J berjalan ke arah kaca dan membuka pintu kaca tersebut.
Pada saat itu Putri Candrawathi mengaku sengaja menyenggol tumpukan pakaian yang sudah di setrika. Ia juga menginjakkan kakinya di pintu kaca dan berharap ada seseorang yang mendengar.
Putri mengaku setelah posisinya berada di hadapan pintu kaca, ia tidak melihat siapa pun disekitarnya.
Baca Juga: Fakta Pencurian Brankas Milik Dara Arafah, Pelaku Ternyata Mantan ART Jennifer Dunn
Putri Candrawathi kemudian mengatakan jika Brigadir J melemparkan tubuhnya hingga mendarat di depaan pintu kamar mandi.
Posisinya saat itu berada di seberang pintu kaca dan di depan pintu kamar tidur.
Istri Ferdy Sambo saat itu dirinya terjatuh dan terduduk menyandar ke keranjang pakaian kotor dengan posisi kaki lurus.
Namun sayangnya pernyataan Putri Candrawathi dalam BAP tersebut begitu bertentangan dengan saksi lainnya.
Salah satunya keterangan saksi S, ia menyebutkan bahwa ia melihat Brigadir J masuk ke kamar Putri Candrawathi lalu ia mendengar suara desahan.
Dari keterangan saksi S tersebut, pengakuan istri Ferdy Sambo itu bisa terbantahkan.
Dipo Nusantara sendiri mengatakan jika kemungkinan besar keterangan Putri Candrawathi dalam BAP tersebut yang menjadi acuan besar Komnas HAM dan Komnas Perempuan untuk menyimpulkan tuduhan pelecehan seksual yang dialaminya.
Tak kalah dari adegan tikar dan kamar mandi di magelang yang diungkap Bripka RR, dalam BAP Putri Candrawathi mengaku adanya posisi lain dengan gaya kaki lurus kedepan akibat tersandar pasca tubuhnya dilepar Brigadir J hingga tersandar di atas tumpukan baju kotor.***

Share this article
Dirinya menelisik sudut-sudut rumah yang menjadi lokasi awal insiden yang memicu amarah Ferdy Sambo dan mencari gambaran guna olah TKP.