AYOJAKARTA.COM – Sidang Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Maruf kembali digelar Senin, 28 November 2022 kemarin.
Sidang Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Maruf menghadirkan 17 saksi, dan empat diantaranya juga merupakan terdakwa kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice.
Keempat saksi yang merupakan terdakwa yang hadir dalam sidang Bharada E kemarin adalah Agus Nurpatria, Baiquni Wibomo, Chuck Putranto dan Arif Rachman Arifin.
Ada momen lucu saat Richard Eliezer atau Bharada E menanggapi kesaksian salah satunya, yaitu Agus Nurpatria.
Momen lucu tersebut membuat gelak tawa sesaat seluruh hadirin pada persidangan.
Pasalnya saat itu Bharada E ternyata salah paham menanggapi keterangan saksi Agus Nurpatria.
Saat itu Agus menerangkan terkait kondisi dan ekspresi Bharada E saat dirinya diperiksa di biro Provost.
Bharada E saat itu salah mendengar ucapan keterangan Agus yang mengatakan jika dirinya diperiksa dalam keadaan tenang.
"Untuk Pak Agus sempat menyampaikan, bahwa pada saat Provos Pak Agus melihat saya dalam keadaan tenang," ucap Bharada E di ruang persidangan, seperti dilihat dari tayangan di kanal YouTube KOMPASTV pada Selasa, 29 November 202.
Padahal Agus justru menerangkan jika saat Bharada E atau Richar Eliezer diperiksa di Biro Provost dalam keadaan tegang, bukan tenang.
Kemudian hal tersebut diluruskan oleh majelis Hakim.
"Tegang bukan tenang," kata Hakim meluruskan.
Baca Juga: Ingin Ungkap Suasana Rumah Ferdy Sambo di Sangguling, Pengacara Bharada E: Ada Keterkaitannya
Sontak kesalahpahaman Bharada E dalam menanggapi keterangan Agus tersebut mengundang gelak tawa pada persidangan, dan sedikit mencairkan suasana saat itu.
Setelah itu suasana kembali serius mendengarkan tanggapan Bharada E atas saksi yang lain.
Salah satunya adalah saat Bharada E menyerahkan senjata api. Richard mengaku saat itu senjata yang diserahkan masih terisi dan belum dikosongkan.
Kemudian saksi Santo menanyakan surat izin memegang senjata api (SIMSA) kepada Richard, namun saat itu SIMSA yang dimiliki Bharada E berada di dompet, sedangkan dompet berada di tas di rumah Saguling.
Kemudian dikatakan Bharada E SIMSA tersebut diserahkan kemudian, walau bukan saat itu juga.
Richard Eliezer kemudian bersama-sama dengan pihak penyidik menghitung jumlah amunisi yang diketahui masih berjumlah 12.
“Dan setelah itu kami menghitung secara bersamaan sisa amunisi memang sisanya 12,” ujar Richard Eliezer kepada hakim.
Tak luput dari sanggahan Bharada E juga adalah saat waktu tiba di Provos antara dirinya dan terdakwa Ferdy Sambo.
Richard mengaku jika dirinya lebih dahulu tiba di biro Provos, baru satu jam kemudian Ferdy Sambo hadir disana.
Ungkapan Richard tersebut sekaligus membantah skenario Ferdy Sambo yang mengatakan jika Sambo duluan lah yang menjalani pemeriksaan.***

Share this article
Ada momen lucu saat Richard Eliezer atau Bharada E menanggapi kesaksian salah satunya, yaitu Agus Nurpatria.